Monday, 3 May 2010

LIAR-nya istriku ketika Aku Pergi

Kecurigaan gw ternyata terbukti. My wife Dina, ada affair dgn pria lain. Namun, disatu sisi gw justru menyukainya. Peristiwa ini terbukti dengan tekad gw ingin mencari tau apa gerangan yang menyebabkan perubahan thd Dina akhir-akhir ini khususnya dlm hal seks.

Awal ceritanya begini......

Sudah hampir 1 bulan gw rasakan ada perubahan thd prilaku Dina, khususnya dlm hal seks. Dia agak dingin ketika melayani gw. Emang sih gw akui, intensitas gw ML sama wife agak jarang. Hal ini disebabkan kesibukan dikantor dan hobby berburu yg terkadang membuat gw jarang menyediakan waktu utk keluarga.
Belakangan terakhir ini gw semakin sering melaksanakan hobby gw yakni berburu rusa. Dan itu gw lakukan hampir setiap hari sabtu setelah pulang kantor. Dan baru pulang besok sorenya.

Karena ada some thing wrong, gw berhasrat ingin membuktikan kata hati gw untuk mencari tau apa gerangan yang menyebabkan Dina bisa berubah spt itu.
Seperti biasanya, Sabtu jam kantor berakhir pk. 13.00. dan seperti biasanya pula gw udah bersiap-siap akan pergi berburu rusa dengan rekan-rekan kantor.
My wife tau kalo gw akan segera pergi. Setelah berpamitan, gw langsung cabut.
Tapi kali ini gw sengaja untuk tdk ikut berburu. Setelah meninggalkan rumah, gw langsung menuju sebuah hotel.

Rekan-rekan tau bahwa kali ini gw tidak ikut karena sebelumnya gw bilang kalo ada urusan keluarga.

Jam menunjukan pk. 21.00. Gw segera meluncur kerumah gw. Jarak antara hotel dengan rumah gw memakan wkt kira2x 20 menit.

Begitu mendekati rumah, jantung gw sedikit berdesir. Ada sebuah mobil terparkir di depan teras halaman rumah gw. Namun yang menbuat gw sedikit curiga, pintu pagar dalam keadaan tertutup. Felling gw mengatakan, kalo orang bertamu, kayaknya nggak mungkin pintu pagar ditutup.

Pintu rumah gw memang masih terbuka. Selang beberapa menit kemudian, pintu rumah ditutup. Dari kejauhan gw bs melihat Dina sedang menutup pintu.
Setelah memarkir motor disamping sebuah toko yang sdh tutup, gw berjalan pelan menuju rumah.

Masih terdengar samar-samar suara orang sedangan berbicara. Dengan melompati pagar rumah, gw segera berjalan pelan ke arah samping rumah untuk mendengar pembicaraan itu. Namun tidak begitu jelas.

Lalu gw mwncari akal untuk dapat melihat kedalam rumah. Begitu menemukan lokasi yang tepat gw langsung mengintip dari ventilasi jendela. Namun begitu gw melihat kedalam, ternyata tidak ada siapa-siapa. Samar-samar gw dengar suara mereka di dapur. Dengan perlahan gw berjalan menuju ke arah depan pintu. Dari ventilasi depan pintu, gw bisa melihat suasana dapur secara jelas.
“Oh my God”. Jantung gw berdetak kencang. Pemandangan yang tak terduga sama sekali. My wife sedang berpelukan dengan seorang pria.

Gw tau siapa pria itu. Dia adalah Doni rekan kerjanya dulu.

Amarah bercampur cemburu menerpa gw. Ingin rasanya gw langsung melabrak mereka. Namun disisi lain ada sensasi aneh yang merasuki gw untuk melihat bagaimana kejadian selanjutnya.
Dina mulai melucuti satu persatu pakaian Doni tanpa dikomando. Hingga akhirnya mereka berdua sama-sama bugil.

Mereka bercumbu mesra. Berpelukan sambil berciuman. Lalu mereka berjalan menuju ke kamar khusus tamu. Dan gw pun bergegas berpindah tempat untuk mencari posisi yang pas melihat perbuatan mereka. Meskipun tidak begitu jelas, tapi gw masih bs menemukan posisi yang cukup leluasa untuk melihat aksi mereka.

Dan sesampainya disama Dina langsung rebahan.
Melihat posisi menantang yang diberikan Dina, Doni mengerti apa yang diinginkannya. Perlahan tapi pasti, Doni mulai melakukan oral pada bagian sensitif Dina. Ini adalah salah satu kesukaan Dina. Sambil meremas kedua toketnya, Dina terlihat begitu menikmati setiap sapuan lidah yang diberikan Doni pada me-meknya.
Setelah merasa cukup, akhirnya Doni langsung mengeksekusi Dina.

Dari raut wajah Dina, gw bs pastikan bahwa Dina begitu menyukai setiap sensasi gesekan kenikmatan yang diberikan Doni kepadanya.

“Ach..., terus Don, tusuk yang cepat. Aa..ck...,” ucap Dina. Samar-samar gw mendengar ceracau Dina dari dalam kamar. “Aack..., nikmat sekali me-mek kamu Din.”
“Don, ganti posisi yuk,” pinta Dina kemudian.

Lalu tanpa diperintah Dona langsung mengambil posisi menungging. Dan setau gw, ini adalah the best position yang paling disukai Dina.

Sambil memegang bongkahan pantat Dina, Doni semakin mempercepat hentakan pinggulnya. Gw bisa bayangkan kenikmatan yang dialamai kedua insan itu.

“Cepat lagi Don,” pinta Dina. “Aku udah mau.. nyam...pe,” lirih Dina terengah-engah menahan birahinya yang segera memuncak.

Dan tak lama kemudian, terdengar erangan panjang dari mulut Dina. “Aku sam...pe Don.” Lalu tubuhnya langsung lunglai dengan posisi masih tetap menungging. Doni semakin mempercepat gerakan untuk segera mengakhiri permainan ini. Dan tak lama kemudian, tiba-tiba Doni segera mencabut kont-olnya dari me-mek Dina dan segera membalikan tubuh Dina.Lalu mengarahkan kont-olnya kemulut Dina.

“Gila..., seumur hidup gw, Dina belum pernah mau melakukan hal itu. Tapi dengan Doni dia nampaknya begitu menyukainya.” Batin gw.

“Aa..ack...., ackh...,” terdengar erangan Doni begitu spermanya keluar. Sebagian sperma ada yang masuk tepat kedalam mulut Dina dan sebagian lainnya menetes ditepi bibir Dina. Mendapat perlakukan seperti itu, bukannya marah. Tapi sebaliknya, Dina begitu menyukai menelan sperma yang disodorkan kepadanya.
Lalu keduanya berbaring. “Kamu nikmat sekali malam ini Din,” ucap Doni. Dina hanya membalasnya dengan senyuman.
“Pokoknya kamu milikku malam ini sayang,” ucap Doni seraya mencium kening Dina. Lalu keduanya berbaring.

Perasaan berkecamuk dalam batin gw usai melihat aksi mereka. Jantung gw berdegub kencang dan kaki gw terasa lemas. Ingin rasanya gw segera kembali ke hotel. Namun hati kecil gw berkata lain.

Pengalaman Gw Ketemu Mantan Pacar

Suatu hari gw diajak kesebuah apartemen di tempat sohib gw, nggak tahu dimana tempatnya pokoknya daerah kuningan dech. Sampai di apartemen itu gw bingung, mau masuk lewat mana, dalam keadaan bengong tiba-tiba dua orang cewek muncul dari belakang gw, eh ternyata salah satunya teman gw namanya Tyas satu kampus dulu, bersama temannya yang lumayan cakep. “ Hei kenalkan ini temenku, ngapain loe ada disini,” tanya tyas, dan gw jawab “ Cari temen gw, gw janjian disini,”. Setelah ngobrol, tiba-tiba tyas nawarin gw ke tempatnya. “ Yuk ke apartement aku aja,” tentu saja gw Ok dengan tawaran itu . Belum lagi gw beranjak dari tempat gw berdiri, tyas narik tangan gw menuju ke lift. “ Lho apartement loe dimana, apa disini Tyas, dan die mengiyakan. Sampai di salah satu lantai yang lokasinya cukup tinggi kita bertiga keluar menuju salah satu kamar. Saat di dalam lift kami berdua tidak saling bicara, hanya temennya itu beberapa kali melirik gw sembari senyum-senyum. “Tyas, roommu di apartemen ini ya kok gw kaga tau, wah hebat banget loe,” dan dijawab oleh temannya ,” Emang dia tinggal disini, kamu nggak tahu ya,”. gw hanya menggangguk aja.

Saat masuk ke kamarnya, gw kaget, ternyata ruangan itu cukup bagus , dan perabotannya lumayan lengkap . Tanpa disuruh gw langsung duduk di sebuah sofa panjang dan empuk. “ Ton kamu mau makan. Entar aku masakin ya,” kata si tyas sembari menuju ke dapur.

Belum lagi gw sempat menjawab pertanyaannya temennya tyas menyodorkan minuman dan duduk santai di depan gw. Sambil ngobrol2 dia beberapa kali merubah posisi duduknya yang gw duga duga dia ingin memamerkan paha mulusnya, dan ber-kali2 sepintas terlihat CD nya. Tiba tiba tyas bilang , “ Ton gw ke kamar mau ganti pakaian dulu ya ,” dan gw jawab dengan smile.Tak lama kemudian dia keluar kamar.. Haaaaa dia pakai pakaian tipis yang bisa menonjolkan lekukan tubuh pemakainya. gw semakin clingukan, bingung, tapi dasar libido kaga bisa ditahan jadi seerrrrrrrr dech. “ Gila nih cewek, masih seksi banget,” kata gw di batin.oh iya by the way bus way si tyas ini mantan gw loh. gw tiba-tiba denger celetuk tyas, “ Ngapain lihat aja, masih cakep ya gue,. Tanpa komentar gw berdiri menuju ke dapur mau lihat doi, ternyata doi kaga ada disitu, gw cari ke kamar yang satu lagi juga tidak ada. Lha kemana nih Tyas.

Saat gw di kamarnya, tiba-tiba temennya tyas, lupa gw ngasih namanya dian nyusul, dan memeluk gw dari belakang. Tanpa sadar gw balas pelukannya dan gwlumat bibirnya sampai terengah engah tanda terangsang. “ Ton, Tyas bilang kamu jagoan, ayo dong ama gue,” dan dia menarik tubuh gw ke tempat tidur, dan mendorong gw sampai terlentang di kasur dan menutup tubuh gw dengan selimut. Saat didalam selimut gw sempat meraba tubuhnya ternyata dia tanpa sehelai benangpun, dan rambut/bulu bagian bawahnya terasa tebal sekali. “ Eh nanti Tyas tahu berabe lho kita,” kata gw kepada die, tapi dijawabnya “ Tyas tahu kok, udah tenang aja. Ayo dong puasin gue kaya kamu muasin Tya,” dan dian begitu aktif melucuti seluruh pakaian gw sehingga telanjang. Dalam posisi terletang dia ciumi seluruh tubuh gw dan meremas remas bagian sensitif yang diselimuti bulu bro. “Ton bulumu banyak ya, ini ya yang membuat Tyas masih inget ama kamu ,”. Dan dia berkali kali mengisap-ngisap punya gw yang sudah tegak berdiri. “ Iiiiiiih…. keras banget nih burungmu, panjang lagi,”. Diri gw terasa melayang layang dalam kenikmatan, apalagi saat lidahnya mengusap ngusap biji gw yang juga penuh rambut gw sampe mengelinjang abis-abisan dan sempat beteriak teriak nikmaat..

Pada saat gw begitu terangsang, tiba-tiba gw ingat ama tyas,” Jangan deh entar Tyas datang gue jadi ribut nih ama dia, “ bisikku ketelinganya dian. “ Udah deh , Tyas tahu kok Ton dia sekarang lagi ngintip kita.dia pingin tahu bagaimana kamu main ama saya,” ujar4nya dan dia menarik burung gw dan memasukan ke vaginanya. Terasa begitu sempit dan hangat diselingi sedotan-sedotan panjang, yang membuat punya gw serasa diremas remas oleh daging lembut, dian juga merintih rintih, “ Aduh Tooon nikmat sekali, hajar terus Toon, biar Tyas ikut terangsang,” rintihnya. Belum lagi gw mencapai klimas, dia sudah tergolek tak berdaya dia klimaks duluan, dan turun dari badan gw. Saat itulah gw mendengar suara nafas seseorang yang mendesah desah seperti orang yang lagi terangsang. gw langsung loncat dan ternyata tyas sembunyi dibaliktirai depan pintu kamar. Eh ternyata kamu lagi ngintip, dan juga dalam keadaan setengah telanjang hanya mengenakan CD tipis, tyas sembari mengusap ngusap payudaranya yang begitu montok “ Tyas kamu permainkan gw ya, kamu umpani gw ama temenmu,” tyas tidak menjawab pertanyaann gw , malahan dia memeluk gw dan menghujani bibir gw dengan lumatan bibirnya yang sensual itu dalam hati gw emang masih sayang sam dia.

Masih dalam posisi berdiri dia minta gw menciumi tubuhnya yang begitu sintal, dan kuturuti apa yang dia mau. Bibir gw mulai merayap dari bibirnya, telinganya, lehernya dan terus ke bagian dua gunung kembarnya disini berhenti sebentar mengulumnya sampai dia terengah-engah, dan terus meluncur ke tengah-tengah selakangannya yang masih tertutup CD. “ Tyas elus elus punyamu ya, biar aku juga enak,” pintanya sambil memegang tangannya ke arah punya gw yang begitu tegang dan sudah basah.. Bibir vaginannya juga kujilati dari sela-sela Cdnya, saat itu tyas berteriak ,” Toooon enak sekali, habisiin Toon punyaku, gigit Toon,” Saya tidak mau mengggitnya takut dia kesakitan . tapi lidah gw masuk ke dalam vaginanya yang terasa baunya wangi, berada liang surga ini lidah gw putar-putar mencari G-spotnya.

gw udah tidak sabar lagi, sudah sangat terangsang, sembari berpelukan gwtarik tubuhnya ke tempat tidur, tapi dia menolak dan dia mengajak ke sofa dimana gw tadi duduk.” Disofa aja ya Ton, biar temenku tidak lihat kita,” ketika gw tengok ternyata temannya sudah tidak ada ditempat tidur. “ Dia sudah nggak ada disana Tyas, di tempat tidur aja biar kita bebas, entar di sofa ketahuan dia,” ajak gw dan masih terus mengulumi buah dadanya, sementara tangan gw mengusap ngusap vaginanya. Saat di sofa, kedua selangkangannya gw buka lebar-lebar dan bibir serta lidah gw serang di bagian liang kecil. Erangan dan rintihan yang saling susul menyusul disertai cengkerangaman jari-jarimu di rambutnya, memaksa gw membawa nya ke alam kenikmatan yang tiada tara, “ Duh Ton enak lho disitu, masuki lidahmu Ton,” terasa bibir gw sudah basah kuyup oleh cairan hangat dan lidah gw menari nari di dalam vaginanya dan sekali kali menyedot clirotisnya dari samping CD. “ Tyas lepas ya celanamu biar gw bebas menikmati punyamu,” pinta gw , tapi dia tetap menolak ,” Enakan begini Ton. Nikmat sekali dan rasanya lain nih,” Dalam keadaan tubuhnya yang basah keringat disertai bau harum parfumnya, gw semakin terangsang, seolah-olah ingin cepat memasukan punya gw ke dalam vaginanya..

Dalam keadaan sangat bernafsu gw ingin mengajak dia ke tempat tidur, tapi dia tetap menolak dan maunya tetap main di sofa. Ya sudah lah kamu mau di sofa. gw buka CD-nya, dan gw lempar ke lantai Dalam posisi dia duduk dengan kaki di lantai , gw jongkok dan memasukan punya gw ke vaginanya. Ternyata gaya ini membuatnya berereksi hebat dia sambil memutar mutar pinggulnya habis2an , sembari menarik bokongnya yang membuat punya gw masuk seluruhnya, kita saling merintih rintih keenakan“ Tyas…. saya enak nih bisa nggak kuat lama, ada getaran di dalam nih Tyas, ,”bisik gw.. “Enaaak ya, nih biar kamu ngerasain punyaku kan enak Ton. Berulang ulang maju mundur dan kuputar putar di dalam semakin membuatnya kelojotan, “ Nih rasain juga punyaku Tya, enaak kan, “ bisik gw dengan nafas terengah engah. “ Iya Tooon punyamu memang enaak, aduh gelii lho Ton bulunya masuk di dalam niih,” jawabnya dan dia menyentak nyentak tubuhnya tanda dia mau klimaks. “ Toooooooon saya klimaks Toooooon, terusin Toon terusinnn jangan dilepas terusssin. Aduh aku nikmaat,” teriaknya sembari mencengkeram tubuh gw. “ Iya Tyas tapi saya belum sampai nihhh,”. Pada saat dia lemas, setelah mencapai titik kepuasan, gwpun hanya bisa tergolek di sampingnya. Saat itu dia bilang ,” Tyas temenmu dimana ya,” . dia tidak menjawab hanya menarik tangan gw menuju ke kamar, yang ternyata tidak ada seorangpun.

Tapi dari kamar sebelah terdengar rintihan-rintihan seorang wanita yang juga lagi memperoleh kenikmatan. “ Tyas temenmu lagi ngapain tuh, “ dia tidak menjawab pula tapi membuka sebuah jendela kecil yang bisa mengintip suasana di kamar sebelah. Eh ternyata di kamar itu , seorang pria sedang bergelut dengan temennya, dan terlihat pria itu juga memberikan kenikmatan kepada si dian. Dalam keadaan gw telanjang dan tubuh tyas dibungkus handuk besar, kita mengintip, dua insan lagi bersetubuh dengan posisi diannya membungkuk dan si laki-laki menghajarnya dari belakang pada posisi berdiri. Rintihan-rintihan wanita itu berkali kali terdengar, “ Enaaak nih mas enak, dorong terus mas , “rintih temannya itu, tapi si pria tidak terdengar suaranya sama sekali.

“ Tyas siapa laki-laki itu,’ tanya gw. tyas menjawab pendek, “ Pacarnya, biar aja dia main ama temenku, kan aku ama kamu Ton, “ . gw bingung sejak kapan pacarnya si dian ada di kamar ini, dan kapan masuknya. Tapi gw tidak mau penduli lagi, melihat mereka begitu asyiiknya gwpun terangsang kembali khan udah lama nggak ketemu. tyas gw peluk dari belakang, dan gwremas remas pajudaranya sembari mata gw mengintip “pertarungan” di kamar sebelah itu. Ternyata bukan gw saja yang terangsang tyas pun mengalami hal yang sama. Dari depan tangannya mengelus elus punya gw yang mulai tegang kembali. “ tyas saya mau lagi lho,” pinta gw, dan dia jawab “ Iya deh Ton kamu kan belum klimas tadi, ayo deh biar kita bisa puas lagi” jawabnya. Saat gw membalikan tubuhnya sehingga muka kita berhadapan, dia langsung menyerang bibir gw, dan melumatnya habis-habisan. Tangannya tidak hentinya-hentinya mengelus bulu dada gw, dan sekali kali mengelus burung gw yang sudah membesar dan tegang. “ Tyas masuki lagi yaa, gw pingin lagi,”, dia hanya tersenyum manis “Boleh aja tapi kamu dari belakang ya, kan belum pernah kita gaya begitu. Seperti temen aku itu,” jawabnya. Dengan tidak sabar lagi gw lepas handuknya, dan dia telajang bulat.

Dalam posisi dia membungkuk, pelan-pelan gw selipkan punya gw di antara kedua celah bokongnya dan langsung masuk ktkp di vaginanya. Saat mendekati mulut vaginanya, dia tiba-tiba menahannya. “ Ton jangan langsung masuk ya, geser-geser dulu disini,” dan tangannya memegang punya gw dan dia geser-geser di bagian yang begitu peka, klirotis.” Aah aku geli lho Tyas, geliiiiiiii banget nih,” dan dia menjawab rintihan gw dengan mengoyang-goyang pinggulnya yang membuat diri gw semakin limbung kenikmatan. Sementara kita saling merintih dan mendesah mata kita tetap mengarah ke dua manusia yang sedang dalam posisi sama. Di seberang kamar itu terdengar rintihan-rintihan dari si dian. sambil ada yg teriak“ Tyas pacarmu hebat juga ya, dia belum juga klimaks". tyas sambil meronta ronta kenikmatan,” bilang "iya", “ Ton bikin aku seperti temenku itu ya aku pingin sekali aku diperlakukan seperti itu,” gw jawab dengan mendorong masuk punya gw ke dalam vaginanya. dan tyas sempat berteriak kecil, “ Aduh masuknnya dalam sekali nih Toon”. Iya Tyas punyaku kan besar terasa mentok juga nih. Kedua tangan gw mengelus elus buah dadanya yang sudah mengeras.

Dalam posisi membungkuk gw bergerak maju mundur, gwtarik dan gwdorong pelan-pelan punya gw yang membuatnya menjerit jerit keenakan.” Ton enak sekali Ton enak Ton terusin ton sampai ke dalam Ton,”. Lagi enak-enaknya gw memberikan kenikmatan, tiba tiba si dian muncul ke kamar dan dia kelihatnnya juga masih bernafsu sekali. “ Tyas temenmu liat lho, gimana dong,” bisik gw. “ Biarin dia biar kepingin sekalian. Kamu buat saya semakin klimaks biar dia ikut terangsang ,” jawabnya. “ Ya kita malu dong ama dia,” ceteluk gw.” Nggak usah malu, terusin aja nih aku lagi enak nih Ton udah jangan ngomongin dia,”. si dian itu melihat kita masih bergelut seru dia langsung keluar kamar entah kemana.
gw sudah tidak sabar lagi dan terus “menghajarnya” sampai dia merintih-rintih,” Tooooooon saya klimakss……….. Duh ton masuknya dalam sekali nih, punyamu panjang ya ton,” rintihnya mendayu dayu. Belum lagi gw mencapai klimaks dia mendorong tubuh gw ke tepi tempat tidur, sekaligus dia minta gw memangku tubuhnya. Dalam posisi duduk dengan memungungi gw, tangannya meraih punya gw dan memasukan lagi ke surga dunia coy.

Punya gw terasa semakin mengkeras dan terasa diremas oleh denyutan serta sedotan-sedotan yang sebelumnya pernah beberapa kali gwrasakan, kini terjadi lagi, burung gw teitarik ke atas dan menghujam semakin dalam. Erangan dari mulut gwpun tak terkendali lagi dan semakin menjadi jadi, apalagi ketika dia naik turun dan memutar pinggulnya. “ Tyaas tya tyyaaaaaas, enakkkkk……… hajar terussss enak sekali nihaaaaaaaaaaaaah,” Cairan di penisku terasa sudah waktunya ingin meledak ledak……… menyemprot. Tapi gw tetap berusaha dan masih bisa menahan, “ Keluarin deh Ton kalau kamu tidak tahan lagi, biar aku tampung di dalam lepaaaaaaaaaasin Ton,” rintihan panjangnya diirigi gerakan tubuhnya yang membuat siapapun yang merasakan kepalanya akan meledak keenakan. gw tidak tahan lagi, “ Tyaaaaaaaaaaas saya keluaaaaaaaaar tyas,” dan terasa sebuah semprotan membasahi vaginanya. Klimaxs ini ternyata dia tanggapi dengan teriakan histeris, “ Toooooooooooooooon aku puasssssssssssssss, Tooooooooon nikmaat sekali Ton,” tubuhnya langsung lemas terkulai.

gw langsung mengambil tissu mengelap punyaku dan gantian punyanya gw bersihin. “ Tyas saya isap kamu dulu ya biar bersih kali,” tyas menjawab dengan anggukan, dan mulut gw langsung mengisap ngisap bibir vaginamu sampai terasa kering sorry bro and sis takut hamil sich.’ Ton ayo ke kamar mandi yuk, kita mandi bareng,’ pintanya dan kita berdua masuk ke kamar mandi yang ada di samping kamarnya. Setelah mandi dan saling menyabuni tubuh, aku bilang, “ Tyas kayaknya dian ngintip kita lho,’ tyas menjawab ‘ Ah biar aja lah, Ton aku ngisap punyamu ya biar aku bisa nelan spermamu buat obat kange n nih,”, gw mengiyakan dan dia mengulum punya gw, sampai terasa mau keluar lagi, dan ternyata carian yang keluar dia telan. “ Rasanya enak Ton masih seperti yang dulu,”. Usai kita berpakaian dan dia hanya mengenakan pakaian tidur, gw mencari cari dimana temennya dan pacarnya itu. Ternyata mereka sudah pergi………….. and gw jadian lagi loh tapi sekarang udah putus lagi habis tyasnya pergi ke aussy sich ah yg peting tyas is teh best dech

Pengalaman Pertama

Kisah ini terjadi waktu aku masih klas 2 SMA. Aku punya temen ce sebut saja namanya Lia. Karena rumahnya tak terlalu jauh dari skul, aku yang agak jauhan sering mampir ke rumah Lia sebelum pulang. Sudah biasa bagiku, begitu masuk ke rumahnya ya langsung nyosor aja ke kamar Lia rebah-rebahan di kasur empuknya. Apalagi ortunya keduanya kerja ampe sore, dan di rumah gak ada pembantu. Jadi sepi, enak buat rehat. Biasanya aku pulang lebih dulu baru Lia belakangan, karena doi kadang masih da kerjaan di OSIS-nya.

Hari itu aku mampir, sengaja tidak lewat pintu depan tapi lewat dapur... biasa, checking kulkas ambil air dingin nyess nyess... kubawa segelas air dari kulkas itu ke kamar Lia.

Pas mau nyetel musik, tiba-tiba aku denger suara krasak-kresek dari arah ruang tamu. Kebetulan antara kamar Lia dan ruang tamu ada jendela kaca yang tertutup tirai korden. Pertama aku kirain suara kucing main-main di sofa, waktu tirai kusingkap sedikit... wosyahhhh! Ada pemandangan seru, yang sumpeh, seumuranku waktu itu baru pertama kalinya melihat pemandangan seru saru begitu. Maklum aku ce yang agak kuper soal begituan waktu itu.

Dari balik tirai kulihat Lia sedang diciumi sama pacarnya yang kukenal namanya Han. Sambil berciuman mereka mulai buka-buka baju seragamnya. Sejenak aku kaget, agak malu sendiri campur takut ketahuan. Aku pun berpaling mencoba untuk tidak melihat. Tapi makin lama menghindari makin kenceng aja rasa penasaran ini.

Akhirnya kubuka lagi aja tirai itu. Halah! kini keduanya sudah telanjang bulat. Lia yang bertubuh putih mulus itu bergelut dengan Han yang bertubuh kekar atletis, karena doi co yang jago basket di skul kami. Han mengulumin toket Lia yang putih montok, hiks, aku jadi celegukan menahan liur di tenggorokanku sambil sesak napas... dan Lia lagi pegang P punya Han yang semakin mengeras... menegang... ihhh aku celingukan melihat pemandangan yang dahsyat itu!

Situasi tambah panas. Setelah Han mengulumin klitnya Lia, Lia balas mengulum P nya Han dengan buas. Sekali-sekali tampak utuh P nya Han waktu Lia melepaskan mulutnya. P yang begitu besar dan tegang itu mambuatku tambah keringatan melihatnya. Sekali lagi sumpeh baru kali itu aku melihat P lelaki yang lagi tegang secara live show.

Sebentar kemudian mereka pun mulai penetrasi. Langsung doggy style. Lia menungging di atas sofa dan Han berdiri memasukkan Pnya dari belakang. Toket Lia tampak lebih besar berguncang-guncang mengiringi desahannya. Ssshhh... akkhhh... shhhh... kedengaran dari kamar tempat aku ngintip mereka.

Aku makin gemetaran. Kurasakan ada yang basah di bagian CD-ku. Penasaran, kuraba CD-ku dan... yahh, ternyata sudah basah kuyup cairan V ku membasahi CD-ku. Klit ku pun terasa berdenyut-denyut sepertinya ingin kupegang. Maka sambil terus kunikmati pemandangan seru di kamar tamu kurogoh V ku sendiri dan klitku pun mulai kupilin-pilin perlahan. Wuah, rasanya seru banget...

Di arena ruang tamu itu kini permainan menjadi WOT. Han duduk dengan P tegangnya dan kemudian Lia memblesakkan P Han ke dlm V-nya dengan mantap... bleessss,... Lalu kulihat kocokan pinggul Lia begitu liarnya dengan cepat maju mundur menggoyang P Han. Tak lama kemudian tampak Lia mengerang dan memeluk Han erat-erat. Mereka berdua terdiam... baru kutahu kemudian itu yang namanya "O".

Sementara aku sendiri tampak makin kalap. kupermainkan V ku dengan jemariku semakin cepat dan bervariasi, keluarlah rasa nikmat yang istimewa. Aku makin menikmatinya sambil kubayangkan suatu ketika aku akan dapat kesempatan pertama ngentot sama co yang sesuai seleraku...!

Permainan di ruang tamu dilanjut dengan MOT. Kini Lia ngangkang dan dosodok Han dari depan. Han juga menggoyang dan mengocok Lia secara bervariasi. Lia pun tak mau kalah menggoyang-goyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan Han.

Ketika pergumulan mereka makin seru, akupun makin tak sabar menggosokkan jemariku sambil memilin-milin klit ku... Ohhh, makin nikmat saja, CD ku pun sudah kulepas dan jatuh ke lantai kamar... Di ruang tamu mereka berdua makin liar, dan akhirnya Han melenguh-lenguh kecil sambil membungkuk memeluk Lia erat-erat. Lia juga memekik keenakan, tampaknya keduanya O bersamaan. Dan aku? Kurasakan pula getaran luar biasa yang baru pertama kali kurasakan. Otot pubisku berdenyut-denyut menimbulkan rasa nikmat yang luar biasa. Cairan V ku pun keluar makin banyak, dan... oohhhh, gubrak, aku sampai nendang kaleng kue di kamar itu, membuat permainan mereka yang telah berakhir tadi dilanjutkan dengan celingukan mendengar suara kaleng ketendang...

Hah! Aku takut kalo ketahuan mengintip mereka, maka aku pun segera pura-pura tidur di kamar Lia. Aku tahu beberapa detik lagi merea pasti masuk ke kamar ini. Pas aku pura-pura tertidur, mereka berdua pun masuk ke kamar. Dan... addduuuhhh, mereka melihat CD ku masih berserak di lantai...

Bahkan tiga hari setelah ML ma mantanku itu, vaginaku masih terasa ngilunya... bukan sakit, tapi emang tiada istilah lain kecuali ngilu...

[THREE DAYS BEFORE]

Hari Kamis itu aku mendapat no hp mantanku dulu, yang telah delapan tahun tak bertemu karena aku nikah dengan orang lain dan tinggal jauh di negeri orang. Pulang ke tanah air, aku tanya sama temenku ternyata dia punya no hp mantanku dulu itu. Iseng kutelp, nyahut. Doi terkejut, dan tanya ada apa aku ke tanah air kembali. Aku bilang, mempersiapkan tugas suamiku yang bulan depan mau dinas di tanah air. Kami pun kencan makan siang.

Kami memilih bersantap siang di resto langganan kami sewaktu pacaran dulu, suasananya sudah berubah tetapi kenangan kami masih lekat pada tempat itu. Kami pun SSI, dan doi curhat bhw doi tak begitu bahagia dengan isterinya karena isterinya sakit-sakitan. Doi jujur, karena kudengar dari temen yang kasih no hp tadi emang isterinya kena tokso, sehingga fisiknya lemah. Klo mo nikah lagi doi kasihan ma isterinya, tapi kalau jajan doi gak mau takut penyakit...

Wah kesempatan nih gue tuk kasih doi sedikit kebahagiaan. Doi setuju aja, asal gak membebanin gue. Gue oke aja, toh sebenernya gw dulu sayang amat ma doi, cuman wkt pacaran gw masih bertahan prawan ampe nikah. Akhirnya gw kencan ma doi malam minggunya, di sebuah hotel bintang lima. Sekalian gw ambil Junior suite.

Malam minggu yang kami tunggu tiba. Doi yang gw tunggu akhirnya datang. Begitu masuk kami langsung berpelukan dan berpagutan melanjutkan apa yang dulu delapan taun lalu kami rintis dan kami nikmati... Lama kami bercumbu, dan pelan-pelan, satu-persatu pakaian kami terlepas hingga tinggal gaun atasku dan doi dah telanjang bulat, oiii, ternyata penisnya gede dan panjang dan agak belok ke kiri... Kuemut dengan mesranya dan doi pun merem melek. Wah kerasnya bukan main. Doi kutanya pake obat apa kok bisa keras spt itu, katanya gak pake apa-apa, cuma karena rajin olah raga ama makan makanan berserat aja... [kayak dokter aja nasihatnya]

Terpaksa gue bilang kalau punya suami gw gak sekeras itu [juga gak sebesar dan sepanjang itu] Gw nanya, pernah diukur gak berapa cm, doi bilang kalau pas tegang seutuhnya hampir 20 cm, gile! Waktu doi dan telentang, gw langsung tawarin, dimasukin ya sayang? Doi ngangguk aja, langsung gue WOT karena vagina gue dah basah. Gw jg bilang klo ma suami biasanya WOT dulu. Karena gue mudah ngepasin sesuka gue enaknya gimana. Gue goyang2in ampe terasa banget gue mau kluar. Sambil mengerang-erang gw keenakan merasakan keras dan gesekan penis doi di dalam vagina gw. Kluar deh gw... ambruk memeluk doi, eh, doi bilang ... itu baru namanya "kekerasan" dalam rumah tetangga... (KDRT) wkwkwkwk...

Permainan kami terusin dengan berbagai gaya. Gue minta doggy dengan doi berdiri, terus MOT ngangkang, MOT nutup, MOT kaki kersilangan, MOT kaki gw ke atas pundaknya, gw miring disodok dari samping dan terus gw WOT lagi ampe gw kluar berkali-kali doi masih kuat juga... Gw bilang klo mau crot kalu bisa bareng ma gw... akhirnya gw pun nyampe lagi dan doi pun crot di dalem vagia gue dengan sangat puasss. Erangan gw campur aduk dengan lenguhan doi yang kepuasan...

Gw bilang jangan dikeluarin dulu, biarin di dalem gw ngerasain denyutannya, uih enaknya bukan main. Kami pun cuci-cuci di toilet trus tiduran telanjang berpelukan...

Selang beberapa saat punya doi bangkit lagi, tegang lagi. Ronde kedua pun dimulai. Tak kalah seru dengan ronde pertama. Ini gak pernah terjadi di suami gw yang cm bisa satu ronde. Di ronde kedua posisi kami mulai dengan saling berdiri, lalu kaki gw kuangkat taruh di kursi, doi sodok dari depan, mudah masuknya krn vagina gw dah basah sejak tadi. Terus doggy lagi, tapi yang paling gw rasa dahsyat doggy yang kaki doi kayak naik kuda di atas pantat gw, wuiiiihhh sejuta rasa di vagina gw. Terus gw dipepetin ke tembok, disodoknya dari belakang, wah gw ampe gelinjang2 mencakar-cakar tembok itu... Kluar kerkali-kali karena keenakan... akhirnya crott juga doi bareng ma gw dalam posisi MOT di atas sofa... Gw minta jangan dicabut dulu ampe denyutannya bener-bener brenti.

[THREE DAYS AFTER]

Gw dah pulang lagi ke mancanegara. Doi di tanah air. Gw sms ma doi, bilang kalau ampe sekarang ngilunya masih terasa nih di vagina gw, senjata doi bener2 hebat. Gaun atas yang gw pake ekse pun gak gw cuci, karena baunya doi banget....
__________________

Malam Pertama, dengan Om ku Nakal

“Vie…… kamu sudah makan ?? dari tadi belajar terus…. Aku denger suara dari paman ak , dari pintu kamar.
“Tanggung om…. Bentar lagi kelar nich makalahnya….” Jawab aku ke paman.

Hari demi hari kulihat om semakin perhatian saja ak. Memang sudah 4 tahun ini ak tinggal sama keluarga om . Maklum setelah lulus smu, ak berkeinginan kuliah dan karena tidak ada biaya, om aku ( adik dari mamah ) bersedia membiayai kuliah ak.

Kulihat sdh jam 12 malam, perut terasa lapar. Dan ak memasuki ruang makan, tersedia sate dan pecel ayam, beli dari warung sebelah. Kebetulan sdh 2 hari ini tante ak sedang mengikuti pelatihan dari kantornya. Ah nikmatnya menu hari ini dan baiknya om masih menyisakan makanan buat ak.

Sembari makan, di teko minuman masih tersisa teh hijau kesukaan ak. Enak sekali sehabis makan dan minum teh. Tidak berapa lama, ku denger suara om memanggil. Vie masih enakkan rasa sate nya ??
Barusan di hangatkan sate dan ayamnya. “Ia om… jawab ku, meng iyakan…” beberapa saat ku lihat wajah om, seperti samara samar… dan kepala ku terasa seperti ngantuk dan ada rasa pusing…….

Kok tiba tiba seperti ngantuk sekali yach, padahal barusan habis makan ya… , ada apa yach “Vie” ?? kamu sakit ??? . Gini om… kok “Vie” tiba tiba pusing dan sepertinya terasa ngantuk yach…
“oh…. Gitu yach…” ku lihat om mulai mendekati ak, dan dia memegangi kepala ak, “Vie” ..... bentar lagi kamu jadi sarjana dan semuanya om yg biayai kan….
Dan kulihat wajah om yg mulai mendekat ke ak, dan tangan kanan om mulai membelai rambut ak, pelan….. dan ak bingun sekali kok kepala ini makin pusing…. Apakah om ak menaruh sesuatu di makanan ataw minuman yg ada….

“Vie”….. om sayang sekali ke kamu….., kulihat tangan kiri om sudah mulai membelai “susu” ak, om…. Jangan …. Om... jangan ,
kucoba menepis tangan om, tapi dengan kondisi bdn yg sudah makin lemas….. ak mulai sadari, bibi om mulai mencium jidat, terus turun ke leher…. Dan sembari tangan om sudah makin turun membelai “ susu” ak..… dan om…… ucapan ak tertahan, karena om sudah mulai melumat bibir ak….

Kucoba utk mengontrol diri ku, tetapi kok ak tdk berdaya sekali….. apa ak sudah minum obat perangsang ?? om…. ?? teganya dirimu…. ?? …… kurasakan ada rasa yg mengelora didiri ku….
Tangan om sudah mulai membuka celana pendek ak, dan mulai memegang “ lubang surga ” ak…. Om…. Om….. desahan ak…. Semakin mengeras….

“Vie” ….om sayang kamu, kamu malam ini cantik sekali…..
Ku denger suara om yg halus…di kuping ku…… dan mulai lah om ….membuka kaos ketat ak dan bra 34 d ,

Woow…… bagus sekali “susu” mu Vie Sayang ….. ku lihat samar samar…..
Om mulai menyusu sembari tangannya semakin lembut mengosok , miss “v” ak…. Om….Please …. Please… Jangan Om… Jangan….. antara sadar…. Tidak sadar….. kulihat om mulai membopong badan ak ke tempat tidur…….

Kulihat bdn om yg sudah mulai telanjang, dan terlihat dadanya yg masih gagah, walah sudah memiliki anak yg sudah lulus sma ( om ak hanya punya 1 anak dan sekarang sdg kuliah di ausy ) , dan perlahan om, telah membuka seluruh helai tubuh ku……

“Vie”, tubuh mu Indah sekali dan sangat mulus kulitmu….. ku denger suara om ak memuji tubuhku…… dan bibir om mulai mencium setiap inci di tubuh ku … dan turun mulai menjilat miss “v” ku…. Dan ah….. ku rasakan ada gelombang didiriku…. Dan ah…. Gelombang itu sangat deras menjalar di tubuh ku…..ahhhhh….. ternyata ak sedang mengalami orgasme……

Semenit kemudian, kulihat om mulai menaiki tubuh ku, dan membuka selangkangan ku…. Kucoba kembali bicara…. Om…. Sudah ….om……. jangan…. , tapi sepertinya om tetap membuka selangkangan ak, dan kurasakan ada “sesuatu” yg memasuki miss “v” ak….. ahh… om… sakit…., “tenang ya “Vie”…. Nanti juga enak… kok…. Dan pelan di goyangnya tubuh ku…… ahhh enak sekali “Vie”….ku denger suara om ak… “tahan yach "Vie" sayang….. semakin di percepat gerakan om ak…. Tahan yach sayang….. nanti juga jadi enak….. om….. om…. Ahh…… kurasakan rasa sakit tadi menjadi rasa nikmat yg belum pernah kurasakan….. dan….. “Vie…. Sayang…. Vie….

Ku denger suara om mulai berteriak dg desahan yg semakin cepat dan jelas….. bersamaan itu om semakin mempercepat gerakannya…..ahhh.... Vie….. ohhhh… Vie..... enak sekali...... Vieeee...... sayang......
Dan akhirnya kurasakan ada semburan air anget memasuki miss “v” ak….. ohhh….dan bersamaan juga kurasakan gelombang yg keras keluar dari tubuh ku…. Ohhhh ternyata ak orgasme lagi……

Setelah itu kulihat om terkulai lemas di samping ku, dan berkata……
Om sangat sayang sama kamu “Vie”…… ohhh god…. Dalam hati ku….. ada rasa sedih…. Tapi timbul juga rasa nikmat yg amat sangat yg belum pernah kurasakan sebelumnya........

Cerita ini ku dedikasi kan untuk om “Rangga”….. kenangan yg tidak terlupakan…

Kenangan Manis penuh Cinta di Kereta Api

"Hi"... perkenalkan nama gue Rangga,
nama gue "Vie"...., sambil tersenyum.... memberikan tangannya yg lembut....

Ku coba menghentikan kesunyian di kereta api Jurusan Sby - Jkt dengan ngobrol sama wanita manis si sebelah bangku,

"Vie"... kamu ke Jkt kuliah ataw ker yach ?? kerja , mas...jawabnya, dengan senyum manis nya membalas pembicaraan yg memang sengaja kulakukan....

Entah kenapa, semenjak melihat cewe ini dan makin lama kok.... terlihat sangat seksi sekali, dan aahhhaa..... ukuran dada nya mendesak keluar....
dan kulit putihnya menambah seksi sekali.......

Ketika kereta sudah memasuki malam hari, kulihat Vie sudah mulai ngantuk.......
"Mas" rangga, maaf yach Vie ngantuk banget nich.... pengen bubu dulu yach, dengan sopannya dia bicara ke gue utk menyudahin pembicaraan...

Sembari kucoba juga utk tidur, ahaa.... badan si Vie, pelan pelan badannya mengenai tubuh ku....
Wooww..... kok gue mulai gelisah yach.... dada super tsb mengenai bahu ku, dan harum wangi tubuhnya membuat diri ini mabuk kepayang.....dan mulai lah ada ide nakal, aahh.... perduli lah, paling kalau doski marah di tampar.....

Mulai kucoba meraba tangan si vie, terus kebawah ... ku elus pahanya.... dan sepertinya si Vie itu tertidur pulas.... itungan menit kucoba ambil posisi yg enak, ku coba mengelus dada yg super besar itu, sembari dg posisi seolah olah tertidur juga, ku gesek dg lengan atas.... pelan... terus kulakukan....
Sembari mata pura pura tidur , ku intip wajah si Vie, eeh.... ternyata doski masih tidur juga..... mulai lah dari lengen, aku lakukan dengan tangan....ku elus... elus.... dan ...ahaa.... ternyata kok dada super itu tiba tiba membesar..... woooww.... ternyata si Vie menikmati apa yg gue lakukan.... hehehe pura pura tidur juga yach....

Karena ada lampu hijau, dan kulirik ternyata si Vie mulai mendesah..... langsung tanpa tunggu lagi kumulai melumat bibirnya yg ranum.., dan memang tdk ada penolakan.....
"Mas..Rangga nakal....", tanpa ada penolakan dari Si VIe.... sembari bibir saling melumat, tangan kanan yg mengelus dada super, sedangkan tgn kiri
mulai aksi masuk ke bawah ke cd si Vie, ku gosok klitoris dengan pelan.... mas.. mas... jangan, ahh.... malu sama yg lain.....
Kulihat kanan kiri, semua penumpang sdh tertidur, "Vie" sayang... jgn takut, udah pd tidur kok.... kubisikan di telinganya.....

Waktu berlalu, ahhha.... kurasakan cairan keluar dari klitoris Vie, ternyata dia sdh "O", sayang.... gantian donk puasin ak, ku bisikan di kupingnya...
Ku buka kancing Jeans ak , dan si Vie mulai melahap Si "Monas".... pelan... pelan.... makin cepat... ahaaaa..... nikmat sekali.... dan mulailah keluar..
gelombang laharr dari si "monass".....

"Vie" ak mau keluar....., ia mass Vie telan yach..... jawabnya..... dan ahh...... serasa melayang hisapan si Vie....
oohhhh nikmat sekali sayang, kubisikan di kupingnya, sembari ku bersihkan bibirnya dari sisa "lahar" monas ku..............

Setelah keadaan "monas" sudah mulai membesar lagi dan badan juga sudah mulai kuat lagi. Ku lihat "Vie" sedang ketiduran. Sayang, selesaikan donk.... tadi kan belum finish, sembari tangan ak kembali memasuki ke dalam Celana nya, dan tangan ku makin liar memasuki "lubang hangat" yg ada.....

"Mas"..... oh..... gimana caranya ??
"sayang" duduk diatas ak yach, dan kumulai memasuki Si "Monas" yg sudah mengkeras...... secara perlahan "lubang hangat", dan ku goyang.... dengan kecepatan semakin lama semakin cepat.....

oh..... "Vie" tahan bentar yach.... tahan sayang.... ohhh...... kita keluar bareng yach... "Ia Mass"... ohh...... tapi .."Vie".....ohhhh........ akhirnya "monas" keluar juga lahar dengan deras nya dan kulihat raut muka "Vie" yg sudah merem melek dan tubuh yg menggelinjang...... dah.... ahh....
Permainan liar.... yg tidak terlupakan yach sayang....
Ku kecup kening "Vie"....., tks yach sayang.... kamu cantik sekali.

Labels: , , , , ,

Pengamen Bogor

Gue Cuma lagi pengen nulis-nulis aja, ya bisa dibilang pengalaman pribadi, ya tahu sendiri juga kan namanya freeSex sekarang dah biasa banget,.. ya gue juga termasuk orang yang menikmati itu,..ya itung-itung gue belajar nulis gue mau certain salah satu pengalaman seks gue yang termasuk paling gila kali ya..

Mungkin sekitar 1 tahunan yang lalu, gak sampe kali, waktu itu lagi akhir-akhir libur semesteran, sekitar 3 hari sebelum masuk kuliah lagi, gue lagi maen aja ke tempat temen gue di Bogor,..

Namanya juga temen gue itu cowok ya, gue nginap di rumahnya itu udah sekitar 2 hari, bonyoknya lagi keluar negri, Bzzz tapi kita gak ngapa-ngapain lagi, secara dia udah punya cewek juga,..

Oh iya panggil aja gue Vein, secara nama gue asli itu juga lu gak kenal gue, kalo gue ganti-ganti nama nanti gue lupa sendiri,hehehe, gue aslinya orang Palembang, kalo ditanya apa gue cantik, mungkin juga sich,..toh dari gue kelas 2 SMP ampe sekarang gue kuliah, dah sering banget yang namanya gue dikejar-kejar cowok, kadang emang ada enaknya, tapi ada juga ribetnya, mungkin laen kali aza diceritainnya,..

Tinggi gue sekitar 165, berat gue 46an lah, ya bisa dibayangin kan, ukuran yang lain sich standard lah, meski gak gede tapi gak kecil juga, udah capek gue kalo narsis-narsisan gini, yang ada nanti malah empet lagi loe orang, hehehe

Dah dimulai aja kisahnya ya,..lu boleh percaya pa gak, gak penting juga, kalo loe anggep ini cuma cerita bagus malah, hehehe jadi gini loh,..kira-kira ya hari itu dari pagi, temen cowok gue, sebut aja Edi lagi ribut ma ceweknya si Jess gitu, kan namanya gue numpang kayaknya ga enak banget, ya biar tuch ribut sama sekali gak ada hubungannya sama gue tapi kayaknya gatel juga tuch kuping denger orang ribut terus,..

Dah suntuk gue dengerin orang ribut dari pagi ampe sore, lama-lama gak nahan juga gue, gue putusin aja balik ke Jakarta padahal udah jam 5an sore gitu, binggung juga gue, minta dianterin ampe terminal gak enak juga, secara gue gak tahu jalan juga di Bogor ini, tapi ngeliat keadaan yang makin parah, ampe ada piring ma gelas yang terbang juga, jdi gue cabut juga,..

Pamit sich mank ma mereka, tapi lewat sms, gue ga bawa koper, mending gue titip aja, kan bentar juga dia orang balik ke Jakarta bisa minta tolong dibawain tuch, kan cewek kayak gue gak mungkin bawa koper berat kayak gitu, apalagi terpaksa naek bus, mudah-mudahan aja bus Ac kalo gak ampun dech, bisa pingsan kepanasan..hehehe

Nah, ampe depan rumahnya, gue jalan dikit ampe ke jalan utama, gak jauh sich terus gue binggung, duh banyak banget warnanya sama semua gitu, Hijau, gue mau nanya orang, males banget juga yangkeliatan Cuma orang-orang lagi ngerokok gitu di warung, akhirnya gue nekad aja naek angot gak tahu no berapa,..

Eh bener aja gue salah anek, gue tahunya juga waktu gue nanya ke ibu-ibu,..katanya gue disuruh berenti di perapatan apa tahu namanya, ganti angkot no 02,( kalo gak salah )..

Udah dech, kesel juga gue secara gue lebih takut nyasar benernya, mana udah mulai gelap lagi,..belum juga ampe perempatan, si ibu udah turun, yang naek malah dua orang nyeremin gitu, pengamen jalanan yang gayanya gak banget, rambut dicat apalah, jelek banget lagi mukanya, diwarna-warna lagi rambutnya, udah kayak yang ok aja,..

Baju lusuh, celana ngejepret gitu, ( bener gue kadang mikir sendiri, apa gak susah ya pake celana kayak gitu, enak apa ), boxer kemana-mana, yang parah nyanyi lagu si master mister ahmad dhani yang gak banget itu, apa namanya, oh iya, munajat cinta,..
Wekzz banget sich tuch lagu,..

Suara yang nyanyi juga gak banget, gitar kemana, nyanyi kemana, akhirnya gue ampe juga ke perempatan, gue kasih aja 1000 bis gue takut di angkot tinggal gue seorang, turun gue tuch dari angkot, tapi yang ada gue binggung lagi, benggong gue di jalanan, 02-nya mana,..

Yang ada malah gue ketemu semacam perkampungan Arab gitu, di sekitar perempatan situ, banyak anak jalanan pengamen tadi lagi,..ngeliatin gue terus tau kenapa, cakep kali ya gue,..hahaha..( canda ah, gitu aja ngambek )

Tapi lama-lama gak enak juga gue diliatin gitu, apalagi dah makin gelap, gue binggung musti nyebrang ato gimana, angkot benomor juga gue gak tahu nomornya dimana, naek dari mana, ampe ada yang ngagetin gue…

Mana maen toel aja lagi dari belakang,..nanya dia,..” Mau kemana ci ?? “ ( dialog gue setengah inget, jadi setengah ngarang juga ), lumayan sopan sich dia nanya,..
“ Eh, ngak, gak kemana-mana.. “ Secara ngeri juga gue, nanya bukan seorang, ampe 3 orang gitu,..

“ Oh, yang bener,… “ Tanya dia orang lagi, lupa yang mana yang nanya..
“ Iya, bener.. “ Gue mau ngacir, tapi emang lagi sial juga gue hari itu, gue asal nyebrang, yang ada gue keserempet motor,..

Gila gak luh, sakit gitu, ampe jatoh gue,..Orangnya kabur lagi,..

Kan gue pake celana pendek tuch, ampe luka gitu lutut gue, bedarah, bikin mau nangis rsanya,..untung ternyata tampang anak-anak pengame tadi tuch beda ma kelakuan mereka, langsung pada nolongin gue,..

Gue digendong gitu dari tempat gue jatoh, ke pinggir jalan, untung gak banyak orang, mungkin lagi magrib kali ya, kalo gak malu juga gue jadi tontonan gitu,..

“ adududuh, “ gue ngeringis terus, kalo inget sakitnya aja, gue masihpengen nangis,..

“ Aduh gimana nich ci.. “ Kata yang pendek pake topi,.. “ mau diobatin “
“ Ya iyalah, pake Tanya lagi,.. “ gue kesel juga ditanya gak penting gitu, mana gue dah mulai nangis,..

Akhirnya gue gak tahu juga, kenapa gue mau juga, padahal serem juga gue ngikut mereka,..gue dibopong gitu ampe tempat mereka, gak jauh sich tapi dalem gang gitu, rumah kecil gitu, agak kumuh,..

Disitu gue di kasih aer, aqua untungnya, sama dibersihin luka gue,..akhirnya lumayan juga meski masih agak nyut-nyutan,..ternyata meski jelek ternyata mereka masih punya hati juga,..

Pokoknya akhirnya kita orang kenalan gitu, umunya paling tua ajaseumur gu, si Kribo panggilannya, rambutnya kribo yang gak banget, sisanya umurnya baru 18 tahun si Komar, sama yang satu lagi si Arab umurnya baru 17 tahun, tapi malah yang paling gede badannya, gen timur tengah kali,..

Gue ngeliat dia orang kayak ngeliatin gue terus gitu, ya pertama risih juga , tapi lama-lama biasa aja, secara mank dah dari dulu dah biasa dimana pun gue selalu jadi pusat perhatian,, hohohoho…

Ngeliat orang yang malu-malu gitu mank paling nikmat, gue makin sengajain, kdang gue meringis-ringis gitu, sambil nunduk-nunduk ato minta perhatian ke mereka, jadi mereka makin berani aja megang-megang paha sama tangan gue yang lecet itu,..

Kadang diselingi basa-basi,..” sakit yang mana, mau diapain nich.. “ ya basa-basi gitu lah, dialog gak penting, tapi yang pasti dia orang mulai kayak dapat angin segar gitu,.kadang-kadang dia orang sok diskusi sendiri, sambil liatin gue, mukanya lugu banget,..bikin pengen ketawa kalo inget,..

Akhirnya gue nekad juga, apa yang bikin gue nekad, kalo lu cewek lu pasti ngertilah, terkadang yang namanya cewek itu yang bisa bikin turn on horny tuch, fantasi-fantasi seks kita,..dan gue ngimpi banget yang namanya jadi putrid diantara orang-orang yang mau lakuin apa aja pengenya luh,..

And gue rasa kapan lagi gue punya kesempatan kayak gini,..jadi gue pancing aja,..pa lagi kita mank dah mulai ngobrol-ngobrol santai gitu, gue Tanya ke mereka

“ Lu orang udah pernah ML ?? “ pada kaget gitu ditanya kayak gitu doankz..
Pada bengong sambil tatap-tatapan,..ampe akhirnya si kribo ngomong juga,..
“ Pernah sich, mank kenapa ci ?? “
“ Gak lah, enak ?? “ pancing gue lagi,..” Cakep gak ceweknya ?? “
“ Ah, gak lah, mana mungkin.. “ si Arab yang jawab malahan,..

“ Kalo gue cakep gak ?? “ Tanya gue lagi..
Tambah bengong pada,..sebelum pada ngomong kalo gue cakep, seneng gue dengernya,..

Gue deketin si Kribo yang kayaknya bos tuch anak-anak, gue taruh tangan gue ke bahunya,..gue liat mukanya, ya mank ga da cakep-cakepnya sich, tapi gue tahu kalo cowok ditatap kayak gitu pasti langsung salah tingkah,..

Mank bener aja perkiraan gue, dasar orang-orang gak berpendidikan,..si kribo yang mungkin mah dah gak tahan gitu, langsung mau nyosor aja,..dilumatnya bibir gue tuch, pertama cium-cium doank, tapi lama-lama lidahnya kayak yang mau masuk gitu, pertama gue nolak, sekedar bikin penasaran aja,..
Eh malah toked gue diremes, bikin gue desah keenakan gitu,..

Akhirnya kita mulai kissing-kising gitu, cium-ciuman, si Arab sama si Komar bengong tuch ngeliatin,..Si komar yang tadi banyak diem malah lebih berani dari si Arab,.. dia mulai gerak ke belakang gue,..megang-megang pantat ma paha gue,..

Disandwich bedua gitu, yang satu meluk sambil nyium gue, yang satu dari belakang, remes-remes paha gue sambil nyium-nyium leher gue, kadang begitu ada kesempatan langsung si Komar remes toked gue, padahal masih ada BH-nya bikin gue sakit juga keteken gitu,..

“ Aduh, satu-satu lah.. “ gue kesel juga dikerjain kayak gitu,..
malah dua-duanya lepasin gue,..yawda gue mulai buka aja baju gue,..mata-nya itu loh yang bikin gue gak tahan, tatapan nakal yang bikin gue makin ngerasa seksi abis,..

Apalagi pas gue buka bra gue, wah matanya itu makin ngegemesin,..jadi gue sengajain aja,..
“ Kenapa mau pegang ?? “ gue candain
“ Boleh ?? “ gagap dia orang jawabnya
“ Iyalah… “ gue jawab,..

Tangannya mulai tuch megang dada-gue, pertama toel-toel doank, tangannya kasar bener nempel di tete gue, tapi makin lama makin berani sich, pelan-pelan si Kribo mulai nyentil-nyentil putting gue,..tangannya maenin pentil gue, pertamanya Cuma remes-remes dikit, sambil milin-milin, tapi yang bikin gue kaget, tangannya malah ganti pake mulutnya, lidahnya nempel gitu di dada gue, geli-geli, tapi enak banget, apalagi pas disedot gitu, sambil sesekali dikunyah-kunyah gitu,..

Lagi-lagi, dasar gak punya otak si Komar maju lagi, dia ikutan nyiumin gue sekarang, mulutnya yang monyong itu malah dah mulai nyosor, tapi enak juga sich diciumin kayak gitu, apalagi bibirnya tebel, sama dia lebih jago frechkiss dari pada si Kribo,..gue piker cukup dua yang gue layanin, ternyata muncul lagi si Arab, kali ini dia dah gak gugup lagi and malah mulai remes-remes pantat gue dari belakang, lidahnya malah semepet nempel di paha gue, dicium gitu paha gue, wahh gila bikin lemes rasanya,..

Ternyata si Arab mank kelewatan, tiba-tiba, di plorotin celana pendek gue, langsung sama celana dalemnya, bugil dech gue di depan 3 orang pengamen jalanan itu, tapi no problem lah, gue mank dah pengen banget juga,..langsung aja gue suruh dia orang bugil,.

Yang terjadi selanjutnya bener-bener bikin gue kaget, gue gak nyangka ngeliat kontol-kontol gede kayak gitu, apa lagi punya si arab, mank sich sebenernya gak gede-gede amat, tapi kerasnya itu loh, pa lagi jembutnya yang banyak, makin bikin gue horny,..

“ Ci, diem aja ya,.. biar kita aja yang maen, ok… “ Kaget gue denger waktu si Kribo ngomong gitu,..
“ eh, iya dech,..” gue iya-iya aja,..

Tiba-tiba si Kribo langsung dorong gue gitu, ke kusri sofa yang dah butut,..diangkat satu kaki gue, tangannya langsung nempel de bibir vagina-gue, ngraba-raba, sambil telunjuknya nempel di belahannya,..ngerasain tangannya di depan mulut vagina-gu gitu rasanya enak dan bikin gatel banget,..

Sesekali gerak gitu atas bawah, nyelusurin,. Mulutnya malah udah nempel di toked gue, ngisepin pentil gue, bikin gue makin fly aja,..makin lama tangannya yang nempel di memek gue itu makin liar aja, nyelusur masuk, nempel di clitoris gue, bikin gue gak bisa lagi nahan desahan gue,..memek gue juga dah mulai basah jadinya,.

Si Komar malah dah jongkok lagi ngeliatin tangan temennya yang lagi nempel di memek gue,..dasar gila, diciumnya memek gue itu, lidahnya mulai maen di bibir vagina-gue, sementara tangan si kribo ngerjain klitoris gue,..gila enak banget rasanya

Badan gue ampe gerak-gerak resah gitu keenakan, apalagi kontol si Kribo dah nempel di perut gue,.gila keras banget, sama geli gitu ditempel barang keras gitu di perut gue yang mank dah mulai sensitife,..

Diremes , dijilat sambil dimaenin gitu clitoris cewek mana yang gak organsme, gak tahan gue setelah dikerjain gitu 20 menitan, ampe jengut rambut kribonya si kribo gue waktu badan gue ngegelinjang gitu,..gak peduli lagi gue ngelolong keenakan,..hmm rasanya enak banget dech,..

“ Gue dulu ya “ kata si Kribo ke si komar,..
“ Iya dech,.. “ gue tahu si Kribo pasti dah gak nahan, makanya mau eksekusi gue,..gue juga diem aja, apalagi dah keenakan kayak gini, bikin gue makin pengen aja,..

Kaki gue diangkat 2-2nya, ditaroh di pundaknya, pertama kontolnya yang item gede itu digesek-gesek ke memek gue,..gila enak banget rasanya, apalagi perlahan kontolnya diteken masuk, sakit banget, kontolnya mulai bikin memek gue ngelebar keenakan, berusaha ngikutin ukuran kontolnya yang lumayan gede itu,..

“ Sempit amat Ci,.. “ kata si Kribo, ya iyalah, mank gue perek apa, dalem ati sich gue ngomong gitu,..
enak gue nikmatin kontolnya yang mulai masuk perlahan, makin lama makin dalem, pa lagi paduan antara sodokan keras ma pelannya itu loh, bikin rasanya hmmm, enak banget,..

Pas lagi gue keenakan gitu, baru juga beberapa saat setelah kontol si Kribo masuk semua ke memek gue, tiba-tiba si arab dah nyodorin kontolnya ke muka gue,..
“ isepin doonk.. pengen nich,.. “ Katanya

Gue ambil tuch kontolnya yang bener-bener panjang gue remes-remes dulu, sebelum perlahan gue susurin kontolnya pake lidah gue, gila tuch kontol langsung gemeter gitu, kayakanya keenakan juga si Arab, sama service gue itu,..

Tapi boro-boro bisa konsen pas nyepongin tuch kontol, si Kribo malah makin gila ngerjain gue, di remesnya toked gue, sambil dia terus maju mundiur mompa gue, gila rasanay enak banget, apalagi kadang kerasa gitu ada cairan-cairan pre-cumnya yang nembak,..wah nikmat banget dech,..

Belum lagi remesan-remesan di toked gue, atau si Komar yang malah dah nyusu lagi di toked gue,..dari atas si arab yang terus minta disepongin,..kontolnya gue isep-isep sambil gue jilatin juga kantong semarnya,..yang pasti semua yang disitu keenakan dech,..

Gue gak bisa ngangur juga ngeliat kontol si Komar yang dah ngaceng berat gitu, gue remes-rems juga tuch kontol, sambil gue kocokin, kayaknya si Komar keenakan ampe dia makin getol aja ngisepin tete gue,..

Gue tarik aja kontolnya ke atas, jadinya gue udah kayak nyepongin dua orang sekaligus, apalagi si Kribo yang makin asyik aja ngentotin gue, kaki gue dipindah-pindah gitu, kadang malah dirapetin, makin kerasa aja kontolnya yang nyeruduk masuk dalem memek gue, wah gila dikerjain gitu bikin gue organsme yang kedua kalinya,…

“ ahhhhh,.. “ tahu-tahu si Kribo melolong gitu,…Kontolnya juga ngeras gitu dalem memek gue, kerasa banget nich orang mau keluar,..” Keluarin-keluarin “ panik lah gue, kalo ampe muncrat di dalem kan bahaya, mana mau gue punya anak dari orang kayak gini..

Untung sempet si Kribo ngeluarin kontolnya dari memek gue, di angkatnya kontolnya tinggi-tinggi sambil ngocok di atas dada gue,..” Crott-crottt “ gila pejunya banyak banget sampe tumpah semua ke toked gue,..

“ ahhh,.. Gila enak banget.. “ Si Kribo keenakan,..
“ Giliran saya ya ?? “ kata si Komar,..

Gue nganguk aja, lagi gue belom puas sich, meski emank gue dah mulai cape, bis enak ma dahsyat banget,..

Kali ini si Komar nyuruh gue nungging, posisi doggy style lah,..kontolnya juga dah ngaceng berat tuch, sebentar dia maenin memek gue pake tangannya,.. gue sich merinding-merinding enak aja, apalagi gue lagi sibuk oralin kontol si arab, rasanya makin lama makin gede aja tuch kontol,..

Pas gue lagi asyik-asyik tahu-tahu si Komar maen nusukin aja tuch kontol dalem memek gue, gila gue ampe kejeng di sodok keras begitu, mank gak pake otak tuch orang,..Belom bisa gue protes malah si Komar makin gesit aja ngerjain gue,..

Tangannya pake nampar-nampar pantat gue lagi,..gila bikin gue melenguh-lenguh dech, sakit tapi gaktahu kenapa enak banget diginiin, gak pake sodokan pelan, terusterusan dia nyodok-nyodokin kontolnya keras-keras,..

Dia juga terus nyiumin punggung gue, mungkin nich orang rada sarap kali ya, and emang demen maen rada kasar, tangannya itu ngermes-remes gak tanggung-tanggung sakit juga, tapi beda aja rasanya,..

Iya makin lama makin kerasa aja kontolnya itu ngentotin gue, enak banget, apalagi sodokannya yang keras banget wah rasanya gak nyesel gue dapet pengalaman dari mereka, padahal tadinya gue yang mau ngerjain mereka, malah gue yang dikerjain gini,..

Makin lama gue makin tenggelam aja ke permainan mereka,..Si Arab sendiri gak banyak protes meski gue dah gak konsen lagi ngoralin dia, bis enak banget dikerjain sama si Komar,..

Kontolnya masuk-keluar, masuk keluar, gila dech pokoknya, rasanya gimana gitu,..ampe lemes gue nungging gini, keenakan banget gue dikerjain kayak gini,..belum lagi tiap kali pantat gue ditampar, wah rasanya makin menggelegar

Tangganya juga kadang kayak nyekek gue gitu, gak beneran sich, tapi malah berasa kayak diperkosa gitu,..kadang-kadang dia juga maksa nyium gue gitu dari belakang, dahsyat, kayaknya gue malah sempet dua kali organsme dikerjain si Komar ini,…

Ampe akhirnya sodokannya makin keras aja, makin cepet, gila rasanya otot-otot memek gue gak nahan dech dijejelin kontol si Komar,..sambil ngocok kontol si Arab, rasanya kasian kalo dia gak bisa keenakan juga, gue ngedesah-desah di balik sodokan-sodokan si Komar,..

Gue ampe ngegeletar pas organsme gue yang ketiga kalinya, pas dientotin si Komar,.kayaknya si Komar juga gak nahan, dia kayaknya nikmatin banget gimana pinggul gue goyang-goyang nikmatin organsme gue, gila gue ampe kelojotan diginiin sama si Komar,..

“ ahhhh… “ Si komar masih sempet nembakin spermanya diluar, untung banget, pas banget dia masih bisa anahn sebelum nyemburin spermanya ke punggung gue,..lumayan banyak meski ga sebanyak si Kribo,..
Gue langsung lemes, gue langsung tiduran aja di sofa, pegel banget rasanya di jejelin dua kontol gantian gitu,..nafas aja kayaknya mau putus, eh si arab malah minta jatah,..

Dah dikorek-korek aja memek gue tuch,..
“ bagi gue aer dulu donk,.. “ kata gue ke si Arab,..

Langsung loh dia lari ambil aer dibelakang, gue gak peduli dech kalo itu bukan aqua lagi, gue minum aja, pokoknya gue dah aus banget,..

Baru juga gue abisin tuch aer segelas, si Arab, dah maen naro kepala kontolnya di mulut meki gue,..
Pertamanya sich pelan-pelan, dia mulai gerakin kontolnya yang gede itu di mulut meki gue, nyoba rangsang-rangsang gue gitu, tapi lama-lama kontolnya mulai masuk tuch ke meki gue,..

Pelan-pelan kontolnya mulai masuk, lebih gede dari dua kontol yang sebelumnya, gue ampe gigit-gigit bibir gue gitu nikmatin kontolnya yang mulaimasuk, kerasa banget bedanya, gu ampe ngerenggangin paha gue selebar-lebarnya,..

Tangannya aja ampe dipake neken kontolnya yang susah banget masuk, “ sempit banget, enak,.. “ Iya dia yang enak, gue nyeris juga dijejelin kontol gede gitu,..

3-4 kali dia ampe ngeluarin kontolnya dari meki gue, sebelum didesek masuk lagi, tiap kali didesek juga gue ampe teriak keenakan, 2 pengamen yang laen Cuma ketawa-ketawa aja liatnya..

Kontolnya akhirnya masuk juga, gila sakit banget, itu juga belum semuanya lagi, tapi dah mentok banget rasanya, gue ampe nahan dia desek masuk lagi, gila dah sakit banget, tapi enak, dahsyat dech,..

Gue tahan nafas, tarik lagi, dalem-dalem, gue nikmatin rasanya memek gue yang diiisi kontol gede gitu, rasanya gimana gitu, belom apa-apa aja memek gue udah kayak mijet-mijet gitu,..

Akhirnya mulai dah si Arab mompa gue, perlahan gue rasain kontolny begerak dalam meki gue, pelan-pelan, kerasa banget gimana tuch kontol keluar masuk dalam vagina gue,..pelan rsanya udah kayak maen ama cowok sendiri, apalagi kita ciuman gitu, tangannya nempel di toked gue, maenin putingnya, pokoknya dah kayak romantic lah,..

Gue aja ampe gak sadar kalo dah pelukan sama dia,..gue ciumin dia mulai dari keningnya ampe ke pipinya, sebelum kita ciuman lagi,..Gue cuma bisa meluk dia aja, bis enak banget kontolnya dimaenin di meki gue, kadang kayak ngaduk-ngaduk gitu, jadi gak monoton keluar masuk,..

Apalagi pas dia neken-neken kontol nya masuk dalem-dalem, ahh gila rasanya gak keungkap dech, enak banget bikin melayang, apalagi kontolnya keras banget dah kaya pentungan aja yang masuk ke meki gue

Kerasa banget dia ngerjain guenya, pelahan dan enak banget, desahan kita bedua dah ngisi tuch rumah kecil gitu, tapi yang dahsyat tuch tiap kali dia mindahin badan gue, rasanya udah kayak di aduk,..

Lemes banget deh rasanya, kerasa tuch kontol kayak lagi ngejus gue,..

Ada kali dia ngerjain gue 20 menitan, tapi jauh lebih dahsyat kayak dikerjain sejam lebih, rasanya tuch romantic, tapi juga brutal, gimana ga brutal kontol arab asli,..enak banget dech,..

Badan gue ampe keringetan semua dikerjain kayak gitu,..gak tahu dech dah berapa lama, ampe berapa kali gue organsme bis enak banget gak kerasa and gak gue ingetin lagi, yang gue inget cuma pas kontolnya tiba-tiba makin keras aja,..dah mau keluar tuch,..

Gue dah pasrah dech, mau di dalem mau diluar bis enak benget, dasar emank dia gak pake otak, bener aja, tahu-tahu kerasa tuch pejunya nyemprot gitu, ampe kaget gue, bis ga teriak ga apa,..geu pasrah aja, malah enak banget disiram pejuh banyak gitu,..

Ampe lengket dech rasanya, gue peluk aja si Arab erat-erat, bis enak sich, apalagi nafas gue juga dah abis gitu,..

Kerasa pelan-pelan kontolnya mulai ngecil di meki gue, sebelum dia cabut, kecampur tuch spermanya yang ngalir ma cairan vagina-gue, gue agak takut juga untung gue sadar ini bukan masa subur gue,..

Capek gitu gue dikasih aer lagi, sambil diem gue tiduran bis lemes banget, ngobrol-ngobrol bentar sich kita sebelum gue dianterin ke terminal, gue ampe ketiduran lemes di bus, untung gak kerampokan, and rasanya Bogor enak juga ya kalo da cerita kayak gini,..
heheeheee

Labels: , , , ,

Gue, Temen Gue dan Cowoknya yang Gendut

Gak tahu dech ya, yang pasti ada yang bantuin aku buat nulis pengalaman aku disini, yang kayaknya dah lumayan ekspert kalo dibanding akuw,.Thanx ya sis C..( gak mau disebut, hehehe.. )

Ya tapi mank gak segila pengalaman yang ditulis pertama, tapi yang ini bikin gue ada rasa kesel juga, gimana gak coba ya,.tar dech aku ceritain,.

Pokoknya, baru-baru ini ceritanya, waktu itu kan aku lagi kerja jadi SPG laptop gitu, ada temen sesama SPG aku, namanya Susan, orang Jawa,..Sekilas orangnya kalem, baik, care and yang pasti cantik,..kebetulan selama 10 hari pameran itu, aku sempet beberapa kali satu shift bareng dia,..

Susan itu sebenernya orang yang agak tertutup tapi gak tahu kenapa, sama aku dia bias agak terbuka, dia ada cerita tentang keluarganya di Jawa, beda dengan aku yang Jadi SPG untuk senang-senang, atau sekadar dapet duit jajan, buat Susan kerja begini tuch memang karena dia gak punya pilihan lain, ada sebenarnya keinginan dia buat Kulaih kayak rata-rata Anak SPG yang anak kuliahan,..

Keadaan keluarganya maksa dia buat kerja jadi SPG bahkan terkadang SPG +++ ( serius, ya tahu lah, cowok-cowok disini juga sering kan ‘maen’ ma yang gini,..Ngaku !!^^ ), nah hebatnya pada tega ya kalian tuch, mank dipikir cewek SPG gitu tuch kegatelan apa,..

Dah ah, kayak apa jadi ngehakimin orang gitu, tar pada ngambek lagi, hahaha,..akhirnya sejak pameran itu kita jadi sering kontekan gitu, kadang dia kasih tau kalo ada pameran dimana jadi kita sign bareng,..Lumayan dech aku jadi punya temen diluar temen-temen kampus-ku, ampe suatu hari Susan cerita sama aku kalo dia udah punya cowok,..

Mungkin Susan percaya ama aku, ampe akhirnya aku dikenalin sama cowok itu, namanya Asep,( beneran loh ) orangnya gimana ya, bias dibilang beruk banget,..ampe kaget waktu aku ngeliatnya juga, gendut pendek, ya begitulah, menyedihkan intinya, koq mau ya Susan ama cowok kayak gitu,..

Orangnya genit banget lagi,..masa waktu salaman aja dia colek-colek tangan aku gitu, ps lagi makan di Pizza juga, kayaknya ngeliatin dada aku terus, pokoknya tingkahnya itu kayak orang kegantengan yang genit banget,..

Besokannya aku janjian ketemuan sama Susan, kebetulan dia emang lagi jaga di Mall deket kampus aku itu, aku kasih liat sms2 si Asep yang gak penting n gak aku bales itu, yang gak disangka jawaban dari Susan,..tau gak apa..

“ Oh, yawda, gpp koq vein, dah biasa lagi,.. “ ampun dech, percaya gak, ada cewek yang ngomong gitu waktu tahu cowoknya genit gitu,..
“ Lu bales gak ?? “ si Susan nanya gitu,..
“ Ya kaga lah,. Mank gue mau gitu jahatin temen sendiri… “gak enak juga ditanya kayak gitu,..
“ Oh, kenapa ?? kan kasian cowok gue,.. “ Wah error nich cewek, pikir gue waktu itu,..
“ Yawda dech ya, gue da kuliah nich,.. “ Pusing juga nich kalo terus-terusan ngomongin gini,..akhirnya gue balik aja ke kampus, emang ada jam juga,..

Malemnya tiba-tiba Susan nelepon, padahal sebelumnya jarang banget, dai kan agak-agak cheap bastard, ya biasa aja, kita ngobrol panjang lebar ampe akhirnya kita jadi ngomongin tentang cowoknya si Asep itu,..

Baru tahu loh, kaget rasanya wajtu denger kalo si Asep itu punya Showroom sendiri,..Bukan gara-gara di kaya, tapi ternyata Susan mau sama Si Asep itu karena Asep bias jamin masa depan dia sama keluarganya, jadi mereka jadian lebih karena masalah ekonomi dibanding namanya Cinta,..

Ok lah, sampai point ini aku bisa ngerti keadaan dia, apalagi Susan bilang, kalo dia dah kumpulin dana buat adek cowoknya buat kuliah, so ya gue piker masuk akal banget, nah udahannya itu yang jadi masalah,..

Si Asep nyuruh Susan buat ajak gue ke acara dia,.dirumahnya lagi, katanya sich rame, Apalagi Susan ampe mohon-mohon gitu, jadi ya aku terpaksa mau ikud, padahal dah badfeeling banget nich,..

Akhirnya datang juga harinya, gue ampe ditelepon terus ma Susan n Asep,..Akhirnya jam 7an sore gue pergi juga ketempat mereka, ketemuan sama Susan di café deket kampus sebelum kita bedua kerumah Asep, dah lumayan rame pas kita bedua sampe, si Asep begitu liat gue langsung genit-genit gitu, pegang pundak gue, sok kayak mau peluk-peluk gitu, temennya yang datang juga rata-rata cowok semua gitu,

Tapi sebnernya mereka juga lumayan asyik, sempet kita minum-minum gitu, ampe gue setengah mabok, lagi juga gue emank gak kuat minum, sambil karaokean gitu dech,..udahannya yang ada gue tepar,..gak sadar gitu gak tahu ngantuk gak tahu apa, yang pasti waktu gue bangun malah udah kosong banget,..

Satu hal yang bikin gue kesel banget, waktu gue bangun gue malah ada dikamar gitu, gue binggung banget tuch, musti gimana juga gue baru gue agak-agak sadar gitu, gue liat keadaan kamar yang gelap banget,.

Tapi yang bikin kaget. Susan sama Asep lagi duduk di Sofa deket ranjang tempat gue itu, ya bedua lagi pelukan sambil cium-ciuman gitu, and mereka naked gitu, gue ampe bengong-bengong aja, emang gelap sich, remang Cuma ada lampu kecil di dekat mereka, jadi sekilas aku bisa liat wajah mereka, dan begitu asyiknya mereka berciuman,..

Jadilah aku bisa ngeliat tubuh telanjang si Asep itu, tubuhnya benar-benar gendut berbulu, tapi yang membuatku terheran adalah penisnya itu, besar loh, bahkan mungkin kalau dia gak gendut aku bisa lebih yakin tentang ukurannya itu,..

Tubuh bugil Susan tampak sedang asyik-asyiknya dikerjai oleh si gendut Asep itu, tangan si Asep sudah melayang kesana-kemari remas-remas tokednya Susan, maenin putingnya itu dipelitir-pelitir sambil ditoel-toel aja putingnya, adegan ciumannya itu loh yang sensual banget, ngeliatnya kayaknya romantic banget mereka maennya, bikin aku tuch pengen sebenernya untuk ikutan,..

Tapi yang pasti Susan juga pasrah banget, dikerjain kayak gitu, dia sebenernya lebih banyak psif paling Cuma tangannya aja yang nempel-nempel and meluk-meluk Asep,..adegan ciumannya sich yang bener bikin aku gak nahan, kayaknya mereka tuch kayak orang yang bener-bener saling saying, padahal kan aku tahu banget gak gitu,..

“ Eh, dah bangun ya Cantik,.. “ Tiba-tiba si Asep itu sadar kalo aku dah bangun,..
“ Hah?? “ jijik loh sebenernya denger pujian kayak gitu, dari orang yanglagi meluk ceweknya..Kayaknya gak tahu malu banget nich orang,..

Susan malah asyik aja, kayaknya telinganya dah ditutup rapet-rapet, malah dia meraih penis si Asep itu, pelan-pelan di kocoknya penis si Asep itu, perlahan tangannya Susan yang mungil itu naik turun, malah bikin keliatan penis si Asep itu lebih gede lagi, ya gimana engak, tangan yang kecil megang penis di pangkalnya, kan membuat seolah-olah penis itu jadi gede banget,..

Duh malu banget dch waktu Asep sadar aku lagi ngeliatin burungnya itu,..
“ Kenapa , gede ya ?? “ Gila nich orang, tapi rasanya muka gue kayak kebakar gitu, ya iyalah, ngedenger orang kayak dia malah jadi kayak nghina gue gitu lagi,, ampun dech

Tapi beneran kontolnya itu bikin gue pengen juga, apa lagi sambil dikocok-kocok gitu, wow,..apalagi gue ngeliatin si Asep makin lahap aja tuch ngerjain Susan, mulutnya dah nempel di toked Susan ngejilatin gitu suara Si Susan yang mendesah desah gitu makin bikin gue makin larut aja ke suasana,..

“ Susan, diajak donk temennya.. “ Si Asep mancing-mancing, wah gila nich orang
:Yang lebih gila lagi ya temen gue itu,..Malah dia turun dari pelukan si Asep, deketin gue yang masih da di ranjang,..Si Susan langsung meluk gue gitu,..

Secara ya risih lah dipeluk ma cewek gitu, tapi tau-tau dia udah maen remet aja toked gue, apalagi gue kan Cuma pakai kaus gitu, jadi kerasa banget tangannya yang ngeremes-remes toked gue,..

Pelan-pelan malah udah masuk lagi ke balik baju gue,..maen buka aja kait bra gue,..tangannya pelan-pelan meremas payudara aku,..” San, gila lu ya,.. “ protes-ku
“ Tolongin gue, tolongin ya Ci,.. “ bisik Susan,..
“ Kenapa sich ?? “ Aku bales dengan berbisik juga,..
“ Gue lagi butuh duit banget buat kuliah adek gue,.. “ Dia memohon..

Aku diam saja, sementara remasan-nya makin menjadi-jadi, meremas putingku perlahan sampai menjilati belakang telingaku,..” Ehmmm “ Gila, daerah itu memang daerah sensitive ku,..

Aku diam saja sambil memenjamkan mata, menikmati tiap sentuhan tangannya yang mulai makin membuat aku tak lagi merasa risih, perlahan dia meremas seluruh payudaraku, sambil terus menciumi bagian belakang-ku, aku kini hanya pasrah saja menikmati, aku hanya tersadar saat Susan sudah mulai menarik lepas kaus yang aku kenakan..

Asep senyum-senyum saja melihat itu, malah melangkah mendekati diriku dan Susan yang sedang memeluk ku dari belakang, meremas payudaraku, seperti sengaja mengarahkannya ke wajah Asep, dan benar saja, begitu Asep mendekat mulutnya langsung menempel di payudara-ku,..

Aku langsung mendesah begitu lidahnya menyekimuti permukaan payudara-ku, ingin rasanya kutendang, namun ternyata enak juga kurasakan bagaimana lidahnya membelai permuakaan payduaraku bahakan sesekali menghisap-hisapnya, aku langsung menyerah dan membuang pikiran-ku untuk memberontak, apalagi Susan kembali berbisik untuk aku menolongnya lagi,..

Dasar orang yang kurang pendidikan, lidahnya sudah turun kebawah membelai perutku, turun lagi, membuka celana-ku dengan giginya,..Deggg !! rasanya seksi banget ngeliat cowok, yang meski jelek dan gendut gitu, ngelakuin kayak gitu, wow, aku diam saja sementara dia mulai mempeloroti celana-ku, seklaigus dengan celana dalam-ku,..

Basa-basi memang, namun aku langsung bereaksi untuk sekedar mencegahnya,..
“ Hey, mau ngapain luh ?? “ Aku pura-pura protes saja,..
“ Udah dech, diem aja,.. “ Kini Asep tampak sedang mengamati kemaluanku yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu,..

melihat aku yang seolah sedang menolak, Susan langsung menguatkan pelukannya, ya malahkurasakan payudaranya yang tak besar itu menempel di punggungku, sambil berbisik pada-ku mengulang kata-katanya yang tadi,..

Aku ragu juga, aku sebenarnya ingin mencoba yang namanya threesome, tapi dengan teman sendiri rasanya risih juga,..

Namun belum sempat aku berfikir lebih banyak, “Slepp, sleeppp “ Kurasakan lidah seseorang sedang mengoral-ku, nikmat sekali menyentuh clitorisku, bahkanmenghisap-hisapnya, aku tak bisa untuk tak mendesah, sementara Susan pun ikut merangsang-ku dengan meremas-remas payudara-ku sambil memilin-milin putingnya..

“ Oughh, ahhh, .. ‘ Aku mendesah-desah keenakan, kurasakan bagaimana vagina-ku mulai basah,..

Lidahnya terus bergerak-gerak di bibir kemaluanku, aku mulai melupakan kalau dia ini pacar teman-ku,yangpenting sekarang aku ingin segera menuntaskan hasrat-ku, rasanya tanggung sekali apalagi sesekali dia menghisap clitorisku, memaksaku melenguh-lenguh hebat menikmati bagaimana dia mengerjai-ku,..
Gak tahu dech dah berapa lama dia mainin lidahnya di bibir kemaluan gue, yang pasti makin lama aku makin gak bisa nguasain dirim rasanya sebentar lagi aku meledak, dan benar saja, hisapannya yang dahsyat keclitorisku, membuat aku meraung sambil melepaskan semua birahi yang tadi kutahan,..

Aku sampai melenguh-lenguh menikmati bagaimana aku berorgansme hanya dengan lidah si Asep ini,..nafasku tersengal-sengal, sambil menutup mata aku diam saja saat Susan mulai menciumiku, kurasakan lidahnya mulai menyelinap masuk, kututup mata-ku, kuanggap dia cowok paling ganteng di kampus-ku, kusambut ciumannya, hingga jadilah untuk pertama kalinya dalam hidupku aku berciuman dengan sesama jenis,..

Baru aku mulai menikmati berciuman dengan usan, terasa sebuah batang yang demikian besar dan kerasnya sudah bergerak-gerak di depan bibir kemaluan-ku, baru kubuka mataku yang tadi tertutup,..

Blessshh,.. kurasakan perlahan penisnya mulai membelah tubuhku,..ahh,, aku mengeletir nikmat namun masih bisa mengusai diriku, aku berusaha memberontak, kutahan perutnya dengan tangan-ku,..

“ Ahhh, jangann,,, “ aku meronta, pura-pura,.
“ Udah, nanti juga enak, masih sempit banget sich.. “ Katanya,..
Disingkirkan tangannku yang menahan perutnya yang gendut itu, dia mencabut penisnya bukan melepaskan-ku namun bersiap menghujamkan penisnya lebih dalam lagi dari sebelumnya,..Aku mendesah sebelum kurasakan lidah susan kembali mencoba menciumiku,..

Kuterima saja ciuman susan itu, kubiarkan dia menciumiku sambil mulai membalas ciumanya, ahingga akhirnya kami mulai fasih berciuman satu sama lain, sementara Asep makin getol mendesakan penisnya dalam kemaluan ku,..

Aku mendesah diantara ciuman kami, sementara tangan Susan pun tak pernah alpha meremas payudara-ku, ya tersu seperti itu, hingga akhirnya penis besar Asep masuk epenuhnya, dengan gamblang dia menceracau bagaimana vagina-ku menjepit penisnya yang besar itu, atau bagaimana vaginaku bergetar menikmati penis Asep yang besar itu,..

Aku setengah tiduran dalam pelukan Susan sementara Asep mencengkram pinggangku,.. kurasakan penisnya yang masuk mulai bergerak dalam vagina-ku, kurasakan dia mulai menyetubuhiku sambil menciumi tubuhku juga,..

Aku masih terus berciuman dengan Susan terus terang sekedar meredam desahan-ku, Si gendut ini begitu dahsyat menyetubuhi-ku, mungkin dia salah satu yang paling perkasa yang pernah bercinta dengan ku, kurasakan bagaimana dia makin bernafsu menyetubuhiku, menciumi tubuhku, sambil mengerakan jemarinya di clitorisku, menambah rangsangan yang diberikannya pada diriku, aku terus mengeeletar menikmati bagaimana dia menyetubuhiku..

Aku pasrah saja apalagi nikmat sekali permainan yang diberikan oleh Asep, disisi lain aku juga mendapat pelayanan yang berbeda dengan yang selama ii pernah aku dapatkan, bercinta dengan tambahan seorang wanita,sdangkan pacarnya sendiri tampak fine-fine saja melihat pacarnya sedang menyetubuhi ceweek lain,..

Aku pun makin tenggelam saja dengan kenikmatan yang diberikan mereka berdua, kututup mataku merasakan bagaimana desakan birahi ku terus bertambah seiring bertambah cepatnya penis Asep keluar masuk dalam vagina-ku,..

Aku terus melenguh disela ciuman sesama jenisku dengan Susan, aku begitu menikmati bagaimana Susan mencium-ku aku menikmatinya bagaimana dia mencium, menyelimuti lidahku, begitu gentle seperti seorang Pria yang sedang mencium kekasihnya,..
Wow aku akui teknik menciumnya lebih baik dari aku,..

Aku kembali berorgansme beberapa menit kemudian, aku tak percaya sudah 2 kali aku berorgansme dalam waktu demikian singkat, mungkin juga karena sensasi threesome yang baru pertama kali aku rasakan, sesekali Susan melepaskan ciumannya, untuk mencium Asep, setiap kali itu juga aku melenguh hebat tak tertahan,..

Kini bukan hanya aku saja yang diberikan kenikmatan oleh Asep, 2 jari Asep mulai bergerak masuk ke dalam kemaluan Susan, sementara Susan berpindah kebawahku, kurasakan lidahnya menyelusuri pahaku, sebelum ikut bermain di bibir kemaluanku yang dijejali oleh penis Asep, kurasakan lidahnya yang bermain-main di bibir kemaluanku, memberikan rangsangan yang sangat berarti membuatku makin tenggelam saja menikmati permainan gila ini,..

Tubuhku sudah penuh peluh saat Asep membalik tubuhku setelah aku berorgansme yang ketiga kalinya, Asep memindahkan ku dalam posisi Doggy, sementara Susan ikut berpindah juga, dalama posisi yang sama disebelahku, tangan Asep masih menyelinap di dalam vaginanya, jadilah dia memompa Aku dan Susan bersamaan, aku mendesah hebat karena besarnya penis Asep makin terasa dalam posisi ini, aku mencari Susan, kucari bibirnya memagutnya menambah kenikmatan ini, sekedar menghentikan desahan ku yang makin dahsyat saja,..

Tubuh kami memang sudah berpeluh semua, keringat di bagian kemaluanku sudah tercampur dengan cairan vaginaku yang terus merembes keluar, aku pasrah saja, aku menikmati bagaimana Asep menyetubuhi-ku menguasai tubuhku sambil lidahnya yang terus menjelajah punggungku,

Sampai akhirnya kuerasakan penis Asep mulai berdenyut denyut, aku makin liar ikut memaju mundurkan pinggulku untuk berusaha bersama mencapai puncak kenikmatan,..

Dan benar saja, tak lama Asep mulai meraung-raung, apalagi setelah Susan mencapai Organsmenya lebih dulu,.ditariknya tangannya dari kemaluan Susan dan memberikannya ke kami berdua, kulihat Susan begitu bersemangat menjilati tangan Asep itu, aku jadi ikut terbakar untuk mencobanya Sementara Asep makin cepat memacu penisnya,..
Hingga akhirnya aku tak lagi berdaya untuk menahan organsme, tadinya aku ingin mencapainya berdua Asep, namun aku menyerah lebih dahulu, tubuhku sampai menelikung karena dahsyatnya organsme yang kurasakan karena permainan Asep,..

Tubuhku bergetar beberapa saat, hingga akhirnya aku menunduk lemas, sementara masih beberapa saat sesudahnya Asep masih terus menggenjotku,..Susan meraih wajahku, menciumku sampai akhirya kami berciuman,..

Penis Asep terus berdenyut hingga akhirnya dia mencabut penisnya dan mengocoknya di depan kai berdua,..Susan membuka mulutnya lebar-lebar sementara aku hanya dapat melihatnya, tak lama tumpahlah semua muatan Asep ke mulut Susan , menjijikan sekali melihat bagaimana sperma itu tumpah di mulut Susan, yang malahan sengaja menampung sperma yang jumlahnya sangat bnyak itu dengan mulutnya,..

Sementara Asep masih melolong dan sperma masih terus keluar dari penisnya, Susan seolah sedang berupaya menelan sperma-sperma itu hingga akhirnya seluruh Spermanya habis keluar,..aku terdiam sesaat namun tiba-tiba Susan menyambar mulutku, dia berusaha membagi sperma yang ada dimulutnya ke pada diriku,

Sontak aku terkaget, aku berusaha memuntahkan sperma yang masuk, namun wajahku ditahan oleh Susan, hingga aku terpakasa menelannya,..setelah Susan melepaskan siumannya, aku berusaha membuang sperma yang amsih ada dimulutku, sebelum akhirnya aku terkulai lemas, sementara Susan sudah kembali berciuman dengan Asep,..

Aku tertidur sebentar karena lemas, saat terbangun kulihat Susan dan Asep pun sedang tertidur, ada sisa-sisa sperma di tubuh Susan, aku bergegas mengambil pakaian-ku dan angkat kaki dari rumah itu,..

Sudahlah aku melupakan yang namanya Susan dan Asep, mereka lebih mirip orang gila daripada orang yang butuh duit, besoknya aku langsung mengganti nomor HP-ku dan yang pasti setelahnya aku terus menghindari Susan,..

Ada sich masih keinginan untuk mengulangi ThreeSome, tapi yang pasti gak sama mereka,..heheheeheee

Labels: , , , , ,

Gara-gara Komputer Rusak

“ Wuaaaa “ pusing kepala-ku, bayangin aja kalau tiap minggu pasti aja nich lap-top bermasalah,..

Kalau lagi santai-santai aja sich gak masalah, tapi kalau lagi ngejar tugas yang udah tinggal beberapa hari buat dikumpul ini baru masalah,..

Dah tau pengetahuan tentang komputer aku tuch minimalis banget, jadilah dengan segala cara aku usahain buat benerin tuch komputer. Yang ada malah blank layarnya,.. kebayang gak binggungnya, 3 hari lagi dikumpul, tugas setengah aja belum beres, masa musti ke rental yang hot banget buat bikin tugas, aduh kayaknya gak banget,..

Mikir dech gimana caranya, mau pinjem ke temen sekelas juga gak mungkin kayaknya, mana mungkin ada yang mau pinjemin waktu tugas lagi mau kumpul kayak sekarang, pinjem temen kost ??

Masalahnya baru aja 1 bulan pindah ke kost ini, temen aja belum ada, temen ?? Oh iya masih ada Aldy ya..Aldy itu temen satu daerah dulu, aku aja baru tahu kalau dia ternyata satu univ, Cuma beda jurusan Aku jurusan komunikasi, kalau Aldi jurusan IT, nah apalagi dia kan hobi banget ma yang namanya gadget, siapa tahu aja dia bisa benerin lap-top + pinjemin komputernya,..

Pokoknya singkat kata dengan berbagai macam rayuan si Aldy ini akhirnya mau minjemin lap-top dia + benerin komputer aku, kalau di Tanya tampang Aldi itu kayak gimana, pasti ada kan temen-temen lu yang gila sama yang namanya komputer, nah, Aldy ini satu spesies sama mereka, kurus kerempeng, rambut gak karuan, tinggi junkies, + kacamata yang tebel banget,..

Tapi gak masalah lah dengan tampangnya itu, yang penting komputer aku bisa dibenerin sama dia,..
“ Wah, ini sich kena virus, kamu buka apa aja sich ?? “ Tanya si Aldy, sementara aku sibuk mengetik tugas kuliah-ku,..
“ Gak tahu, paling browsing sama YM aja di,.. “
“ Wah, ini kayak yang kebanyakan download software aja,.. “ kata si Aldy, gaya-nya kayak professor sambil geleng-geleng kepala + benerin posisi kaca matanya yang turun terus di hidung pesek-nya,..

Aku sich diam aja, ditanya gitu, masa mau bilang dipake download apa,..he he he

“ Bisa bener ga Dy ?? “
“ Bisa aja sich, tapi lama, ya ketik aja pake yang saya, nanti kan bisa dipindah ke yang kamu.. “ jawab Aldy,..
“ Wah, hebat banget, makasih ya dy.. “ Biasalah basa-basi ngerayu gini, tapi beneran dech cowok kalo udah diginiin pasti apa juga dilakuin kan, ngaku dech he he he..

“ Yawda, tenang aja ya, pasti bener dech, yang gini gak susah koq,.. “ telinganya sampe merah gitu, pipinya juga ikut memerah, lucu banget liatnya..
Akhirnya ada kali dari jam 1 siang, sampe jam 5 Aldy ngutak-atik komputer, segitu juga belum beres juga,.. Kasian juga liat-nya apalagi sekarang kan hari minggu biasanya si Aldy maen game di warnet, hari ini malah jadi ngutak-atik komputer aku, aku juga capek musti ngerjain tugas gini, perih dech mata rasanya,..

Kubuka folder-folder di lap-top-nya itu, tiap folder kuselusuri hingga akhirnya aku menemukan sesuatu yang menarik,..ribuan foto dan Film porno ada di dalam satu folder di komputernya itu, aku tersenyum simpul memikirkan sesuatu,..ternyata orang ini nakal juga ya,..Pikir-ku..

“ Ha ha ha, dasar ya Aldy,.. “ Aku tertawa, sambil menyetel salah satu film yang ada di foldernya itu,
Aldy langsung menengok binggung, wajahnya langsung berubah merah, menahan malu saat dia melihat layar komputer-nya,..

“ Ah, jangan dibuka, kan aku malu,.. “ Aldy panik, dasar culun,…
“ Aldy nakal ya,.. “ Goda-ku,..
Dia diam saja malu,.

“ Koq, diem sich,.. “ Tanya-ku,..
“ Gapapa,.. “
“ Lu sering ya gini ?? “
“ Ah, gak gak pernah,…beneran dech,.. “ Aldy tampak panik sekali,
“ Ah masa,.. “
“ Iya beneran.. “ Dia mengangkat tangannya dan mengeluarkan 2 jari membentuk V seperti orang bersumpah,..

“ Ha ha ha, iya dech percaya,.. “ Goda-ku,..
Aldy tertegun malu,..

“ Mang ga pernah pengen ?? “ Tanya-ku,..
“ Pengen ?? “ Tanya-nya
“ Ya pengen itu “ Jelas-ku,..
“ Ouw, ya sendiri aja,.. “ dia masih menekuk wajahnya,..
Aku tertawa kecil,..

“ Mau gak ?? “ Tanya-ku,..
“ Hah ??? !! “ Aldy kaget setengah mati..
“ Iya mau gak ?? “ Tanya-ku lagi,..
Aldy tertegun malu, namun tak lama dia mengangguk, aku tertawa melihat tingkahnya itu,..

Aku pun melucuti kaus-ku dan celana-ku, dengan bra ku yang berwarna hitam, dan celana dalam-ku yang berwarna sama aku melangkah kedekat Aldy yang masih duduk di kursi meja komputer-ku,..

“ Nah gimana dy ?? “ Tanya-ku,..
Wajahnya merah membara,.. dia menelan ludahnya menatap tubuh-ku ini,..

“ Ba.. bagus… “ Jawab-nya,.
“ Ha ha ha, bukan itu,.. Tapi gimana lagi sekarang kalau di film yang biasa lu tonton,.. “
Aldy menekuk wajahnya lagi,..

Dia diam sesaat berfikir sesuatu, namun perlahan dia mengangkat tangannya, menempel di dada-ku, kurasakan tangannya gemetaran, sebelum tiba-tiba dia meremas dada-ku itu,..

“ Awwwhh,.. mphh,.. “ Aku mendesah antara enak dan menahan rasa sakit, karena remasannya yang kasar itu,..

Tangannya yang satu bergerak cepat ke punggungku, menarik lepas kait bra-ku,..

Dada-ku kini tak lagi terselimuti, namun Aldy kembali menghentikan tangannya, dan menarik tangannya dari tubuhku, aku tak kehabisan akal dan kembali menggodanya, aku penasaran sampai mana dia bisa bertahan,…

Aku pun duduk di pangkuannya, Dada-ku yang memang tak terlalu besar itu kini tepat berada di depan matanya, Aldy pun mengangkat tangannya lagi, tangannya kembali meremas-remas dada-ku itu, sambil sesekali memainkan putingnya,..

Perlahan, namun makin lama makin baik, dan mulai memberikan lebih banyak kenikmatan untuk tubuh-ku, aku pun mencium Aldy untuk meredam desahan-ku,.. tak kusangka Aldy malah sudah berani menempelkan tangannya di selangkangan-ku, dan mengelusngelus bibir vagina-ku,..

Aku pun mulai terbuai dengan permainanya yang meski masih sedikit kasar namun mulai mengantarkan kenikmatan buat-ku, aku memeluk Aldy, sementara kurasakan dia menempelkan mulutnya dan menghisap dada-ku, kutarik kacamatanya yang mengganjal di dada-ku, membuat Aldy makin leluasa menghisap dada-ku itu,..

Desiran-desiran nikmat membuat tubuh-ku makin menggelinjang, belum lagi tangannya yang bermain di bibir kemaluan-ku itu membuat-ku tak tahan lagi, dan beranjak berdiri dan melepas celana dalam-ku yang mulai basah oleh cairan cinta-ku,..

Aldy menekuk wajahnya lagi, “dasar culun orang ini” pikir-ku,

Aku pun mengambil tangan Aldy dan memintanya berdiri, sebelum kusuruh dia membuka kausnya, Aldy pun menuruti permintaan-ku, tubuhnya yang kurus kering itu menjiplak-kan tulang rusuknya dibalik kulitnya yang putih,..

Aku pun membimbing Aldy ke arah tempat tidur-ku,..sebelum akhirnya dia bertelentang di atas kasur-ku,..

Perlahan celana-nya kuturun-kan, Aldy tertegun namun diam saja melihat aku memelorotkan celananya itu,..aku tak menduga orang seperti Aldy ternyata mempunyai penis seukuran ini, gak terlalu besar namun sepertinya begitu kuat,.. aku pun mengengamnya dengan tangan-ku, perlahan kukocok-kocok, Aldy mendesah-desah keenakan,..

“ Lebih enak mana sama sendiri dy ?? “ Tanya-ku menggodanya,..
“ Lebih enakkk inihhh,.. oughhh “ Aldy menjawab di tengah desahannya,..
“ Kalau gini gimana Dy ?? “ Tanya-ku

Kuraih penisnya, kujepit dengan tangan-ku kuat-kuat, sementara kujulurkan lidah-ku menjilat kepala penisnya,..tubuh Aldy langsung mengejang keenakan,..
“ Gila enaaak bangeet, ughh.. “ Desahnya saat aku kembali menjilat penisnya itu,..

Sebenarnya aku agak terganggu dengan bulu kemaluannya yang begitu lebat, apalagi aku memang gak suka dengan kemaluan yang berbulu begitu lebat dan tak terawatt seperti ini, namun seru rasanya mengerjai Aldy seperti ini,..

“ Kalau gini gimana Dy ?? “ Aku makin kerajingan mengerjainnya, kali ini kukulum penis itu, perlahan kumasukan dalam mulut-ku, hingga seluruh kepala penisnya di dalam kuluman-ku dan langsung kuhisap kuat-kuat,..

“ Ouwwwhh,,.. “ Desahnya, aku tersenyum menatap Aldy,..
“ Enak ?? “ Tanya-ku,..
Aldy mengangguk , sambil mengelinjang,..

Kuteruskan hisapan-ku pada penisnya sambil mengocok batang penisnya itu,..

Aldy mengelinjang-gelinjang, sementara kadang kujilatai batang penisnya yang berbulu itu, membuat-nya makin mengelinjang, lucu sekali tubuhnya yang kurus dengan kulit yang hanya melapisi tulang itu mengeletar-geletar,. Aku makin gila mengocok penisnya itu hingga tak berapa lama kemudian penis itu berkedut-kedut dalam gengaman-ku,..

Tak berapa lama, penis itu sudah menumpahkan spermanya, untung aku sigap dan menghindari semprotan spermanya, aku mengambil tissue membersihkan penis itu,..

Aldy sendiri tampak malu keluar secepat itu,..
“ Maap ya,.. “ katanya, aku tersenyum saja lagi aku tak berharap banyak darinya,..
Aku mengodanya dengan menjilat kepala penisnya yang mulai terkulai lemas itu, membuat Aldy bergeletar ngilu, karena penisnya baru saja keluar,..

“ Mank apa sich yang lu biasa tonton,.. “ goda ku, sambil meremas payudara-ku menggodanya,..

Aldy tertunduk malu,.. aku pun sengaja berdiri dihadapannya membuat Aldy makin salah tingkah, aku menggodanya dengan tatapan mata nakal-ku membuat Aldy menunduk kan kepalanya makin turun,..

Aku tersenyum kecil dalam hati, menanti apa yang akan dilakukan oleh Aldy,..Aku tak yakin dia tak tergoda, apalagi penisnya mulai kembali mengeras, hingga tiba-tiba Aldy menyergap ku, dan menjatuhkan tubuh-ku kembali keatas ranjang,..

Aldy langsung menimpa tubuh-ku, terus menciumi wajah-ku, sesekali mencoba mencium bibir-ku, namun tampaknya dia masih ragu, aku pun berinisiatif menciumnya terlebih dahulu, sampai akhirnya dia berbalik memagut bibir-ku, dan memainkan lidahnya sebisanya menyambut lidahku,..

Sementara dia pun mulai menarik betis-ku, mengangakang-kannya dan berusaha mendesak-kan penisnya yang sudah mulai mengeras lagi itu, dalam vagina-ku, perlahan terasa bagaimana penis itu mulai masuk,..

Sesekali Aldy menarik penisnya keluar namun lagi-lagi dia mendesakkan-nya kembali dalam tubuh-ku, aku menutup mata-ku merasakan bagaimana benda asing itu masuk dalam tubuh-ku, kadang sodokannya tidak meluncur masuk ke dalam vagina-ku, namun tertahan di dinding-nya, aku pun hanya bisa menahan sakit , resiko memperjakai seseorang,..

Beberapa kali dia terus berusaha memasukan penisnya seutuhnya dalam tubuh-ku itu, hingga akhirnya penis itu berhasil kutelan seluruhnya, Aldy diam sesaat menatap wajah-ku,..Tampaknya dia menikmati bagaimana penisnya di dalam vagina-ku sebelum dia mulai menggoyangkan pinggul-ku seperti yang biasa di tonton-nya

Penisnya memang berasa banget di dalam tubuh-ku,..rasanya perlahan mengaduk-aduk dengan perlahan, tak tahan rasanya untuk gak mendesah, apalagi si Aldy ini memang udah kebanyakan nonton video porno sambil menggoyang pinggulnya, dia pun asyik menghisapi dada-ku, hemm rasanya mendesir nikmat,..

Makin lama, makin cepat juga Aldy menyetubuhi-ku, tangannya meremas-remas payudara-ku, kerasa banget waktu pelan-pelan dia mulai maenin putting-ku, tampaknya si Aldy begitu terobsesi memainkan dada-ku ini,..

“ Di pelan-pelaaan dii… “ Aku tak tahan juga, bayangkan sodokan penisnya masih terasa kasar dengan hentakannya masih banyak yang malah menabrak-nabrak dinding selangkangan-ku bukannya menyelusp masuk, kadang pun remasannya terasa begitu kasar hingga membuat-ku terpaksa memprotes apa yang dilakukannya itu,..

“ Iya, tapi enak bangget ya… “ balasnya, iya enak tapi pelan-pelan donk,..

Masih dengan posisi missionaries namun perlahan Aldy mulai berani mempraktekan apa yang dia tonton selama ini, sesekali menciumi tengkuk-ku sambil menciumi bibir-ku, tak cukup begitu dia mulai lebih gila dengan sesekali menyelusupkan jempolnya di anus-ku, jelas aku menghentikan apa yang dilakukannya itu,

“ Sakit dy, jangan begitu,… “ Dia mengerti dan menarik jempolnya, namun makin lama sodokannya makin cepat dan makin dalam juga masuk dalam vagina-ku itu,.. mulai meluncur deras masuk ke tubuh-ku,..

“ Coba donk, yang doggy,.. “ Bisik-nya,..
“ Mank lu bisaaa, hmmm.. “ Aku agak ragu juga,..
“ Ya Coba ajaa dulluu “ Pintanya,..

Kuturuti kemauannya itu, aku pun menungging sementara Aldy mengarahkan penisnya itu kekemaluan-ku, perlahan penis itu menekan masuk, aku pun memejamkan mata menikmati bagaimana penis itu mulai masuk, sementara tangan Aldy menempel di pinggul-ku, mencengkramnay kuat-kuat sambil mulai mendesakan penisnya masuk dalam vagina-ku,..

Agak tertahan karena lututnya yang tak sejajar dengan pinggulky, sehingga Aldy kesulitan untuk menyetubuhi-ku,..
“ Lututnya di,.. “ Aku memberitahukannya, apalagi rasanya tanggung banget disetubuhi dengan penis setengah masuk seperti itu, rasanya ada yang kurang dan lebih memberikan rasa geli di vagina-ku,..

Aldy pun setengah mengangkang, karena kakinya terlalu panjang sehingga memaksanya mengangkang untuk bisa meneroboskan penisnya dalam-dalam di vagina-ku,..tapi jelas itu membuat penisnya bisa masuk lebih dalam, membuat-ku makin terbawa dalam permainan Aldy,..

“ Ayo dy terus dy “ makin lama Aldy makin membaik dan aku sudah tak seperti guru yang sedang mengajari Aldy bagaimana caranya bercinta, tangan-nya pun mulai merogohi dada-ku lagi, tempat tidurku makin berantakan saja sementara aku meremas-remas bantal ku menikmati apa yang dilakukan oleh pemula seperti Aldy,..

Entah berapa lama aku disetubuhi olehnya, yang pasti rasanya penis itu masih begitu kekar dalam vagina-ku sementara aku sudah diambang puncak-ku, namun aku tak ingin dikalahkan oleh seorang pemula seperti Aldy, aku pun berusaha menekan gelombang organsme itu,..

Aldy pun menciumi tengkuk-ku dari belakang, sambil menarik rambut-ku, benar-benar seperti adegan di video porno, dia gak tahu apa gimana sakitnya dijengut seperti itu, namun juga memberikan rasa sexy saat diperlakukan seperti itu,..

“ Cobain sambil jalan ya ?? “ Tanya Aldy,..
“ Hah ?? “
“ Iya sambil jalan, aku pernah liat di film,.. “ Pinta-nya,..

Aku ragu, apa bisa ya tapi memang selama ini pun aku belum pernah melakukan seperti itu, sehingga aku pun menyanggupinya karena penasaran,..

“ Pelan-pelan tapi ya,.. “ Kata-ku

Aku pun mulai menurunkan kaki-ku turun, perlahan diikuti Aldy yang juga mulai turun ke lantai, sementara penisnya masih menancap dalam vagina-ku, aku setengah membungkuk, sementara Aldy yang mulai berdiri tegap mulai menyodok-nyodokan penisnya lagi,..

“ Bentar dy,.. hmmm awww… “ Aku meminta waktu sebentar, aku harus sedikit berjinjit karena Aldy jauh lebih tinggi dari-ku, tangan-nya menempel di pinggang-ku membantu-ku dengan sedikit mengangkat tubuhk-ku dalam posisi itu,..

Namun si Aldy tetap saja menyetubuhi-ku dengan begitu bernafsu, mungkin kapan lagi pikirnya, makin lama makin gencar saja membuta-ku sulit untuk sekedar menarik nafas, sementara aku masih belum terbiasa dengan posisi setengah berjinjit seperti ini,..

Akhirnya beberapa menit kemudian aku mulai terbiasa dengan posisi seperti ini,..
“ Mau coba jalaannn dy hmmm “ Tanya-ku,..
“ Boleh,.. “ Bisiknya perlahan

Aku mulai melangkah-kan kaki-ku, kanan seperti biasa, terasa penisnya yang bergerak keluar dari penis-ku, namun hanya setengah, namun langsung kembali mendesak maju mengikuti Aldy yang ikut maju, begitu juga saat melangkah-kan kaki kanan-ku, sesaat seperti akan lepas, namun langsung mendesak maju lagi mengikuti langkah Aldy,..

Rasanya mendesir-desir nikmat meski tak ada penetrasi seperti biasanya,..Aku melangkah kearah kamar-manid, mau kamana lagi kamar kost-ku sempit, beberapa langakah aku menempel di wastafel tempat aku mengosok gigi setiap harinya, tangan-ku mencengkram pinggiran wastafel sementara Aldy makin menggila mengerjai tubuh-ku, penisnya berselanjar dalam vagina-ku sementara tangannya meremas-remas bokong-ku sesekali juga menggelayut di dada-ku,..

“ Ough ough,… “ Firasat buruk-ku menjadi kenyataan penis itu terasa mengeras didalam vagina-ku, baru sesaat aku berusaha melepaskan diri dari pelukan Aldy, penis itu terlanjur menumpahkan spermanya dalam vagina-ku,..

Semburan sperma itu kontan membuat birahi-ku yang sudah tinggi sejak tadi tak sanggup lagi untuk menahan organsme-ku, tubuh-ku pun menggelijang sesaat, kenikmatan yang tadinya tak aku harap-kan bisa kuperoleh dari orang seperti Aldy,..

Tubuh-ku mengejang sesaat, Aldy yang panik melihat tubuh-ku bergetar langsung memeluk tubuh-ku dari belakang,..
“ Gapapa ?? “ Tanya-nya cemas,..
Aku menggelengkan kepala, sambil menahan tawa,..

Penis Aldy mulai menciut dan terlepas dari dalam vagina-ku,..sementara sperma-nya pun mulai menetes turun,, aku mengambil air membersihkan sisa-sisa spermanya,..

“ Maap ya, tadi aku gak tahan… “ Kata Aldy dengan penisnya yang terkulai lemas,..
Aku menggelengkan kepala, agak jengkel juga namun aku tak kuatir karena tanggal-tanggal segini bukan masa subur-ku,..

Aku mengambil handuk sambil mengeringkan tubuh-ku yang berkeringat, lalu memunguti Bra dan Celana Dalam-ku yang ada dilantai dan kembali mengenakannya sebelum kututup dengan celana pendek dan kaus-ku tadi,..

Kurapikan tempat tidur-ku dan menjatuhkan tubuh-ku diatas-nya,.. Sengaja begitu, aku ingin membuat Aldy sedikit merasa bersalah, sekaligus membuatnya merasa aku bukan cewek gampangan,..

Benar saja, Aldy pun menjadi salah tingkah, dan berjanji untuk tak mengulanginya lagi dan mau mengerjakan tugas kuliah-ku sebagai permohonan maafnya, aku diam saja, seolah ragu untuk menerima kebaikannya, hingga Aldy kembali membujuk-ku dan akhirnya aku pun mengiya-kan permohonan-nya itu,..

Ya untungnya aku bodoh-nya Aldy, he he, tapi kapan ya lap-top-ku rusak lagi ??

Labels: , , , , ,

sepulang kuliah

Jakarta-jakarta, tiap hari koq hujan,..
Mendung dan yang lebih menakut-kan kalau begini terus, lama-lama bisa banjir, kampus-ku sendiri memang berada di daerah langganan banjir, kayak-nya kalau setahun gak banjir warga disini pasti aja ngerasa ada yang kurang,..

Sama kayak aku sekarang, berdiri di depan pintu keluar kampus, langit udah gelap banget, sebenarnya masih ada satu jam pelajaran lagi, tapi kepala-ku tuch pening banget, mungkin akibat semalem keujanan, sebenar-nya sich gak terlalu terasa, tapi mana enak sich kuliah dalam keadaan kayak gini,.. iya gak ?? he he he

Ah akhirnya, setelah berbagai perhitungan matang, atas azaz kemalasan yang adil dan beradab, aku mulai melangkah keluar dari pintu kampus,.. Oh iya, nanti lupa lagi and pada protes,.. ini gue yang kemaren-kemaren juga,.. masih inget kan ?? gak ?? yawda lah gapapa, he he..

Duh, tar dijitak lagi, dibilang gak menghargai pembaca,.. boong deng hihihi, gue masih sama yang dulu, mahasiswi perguruan tinggi swasta,.. anak perantauan,.. sesekali kerja sambilan jadi SPG, yang terkadang nakal untuk mengeksplore pengalaman seks yang baru,.. he he he, bukan bilang diri sendiri cantik, tapi memang buat dapet perhatian dari lawan jenis di kampus sebenernya bukan perkara sulit buat gue, makanya jadi bosen he he,..

Udahlah narziz gallery-nya sampe sini aja,.. ^^ , memang Tuhan sayang sama bokap yang susah-susah cari duit and anak-nya madol begitu aja, baru beberapa langkah dari pintu keluar hujan langsung turun, pertama gerimis, namun cepat berubah lebat,.. binggung dalam keadaan itu, kembali atau terobos aja pulang ke kost.. akhirnya mengingat bokap yang cakep-capek cari duit buat kuliah aku, akhirnya aku putusin untuk menerobos hujan, kebetulan ada tukang becak, jadi ya gak akan kehujanan samapai tempat kost-ku yang lumayan jauh dari kampus,..Aku kasihan sama bokap kalau harus mengeluarkan uang untuk aku ke dokter lagi,..

“ Bang ke jalan ****** ( sensored ) “ aku langsung naik, melompat kedalam becak, toh aku sudah tahu pasaran-nya 5000 untuk satu kali perjalanan dari kampus ke kost-ku,..
Aku melihat ke-kanan, ke-kiri baru sadar kalau becak yang aku naikin gak ada tukang becak-nya, terus jadi ngomong sama siapa donk tadi ??

Dibawah bedeng kecil, gak tahu sich namanya apa, asal sebut aja itu istilahnya,.. pokok-nya pohon diatasnya ada atap dari asbes,.., ada beberapa tukang becak berteduh,.. aku pun memanggil salah satu tukang becak itu dari dalam becak,.
“ Bang eh orang dari tadi, sini bang,.. “ panggil-ku,..
Salah satu yang berbadan paling besar dan hitam menghampiri-ku,..
“ Yeh, si neng yang naik gitu aja,.. kemana neng ?? “
“ Jalan ****** ( sensored ) bang,.. goceng ya,.. “ Aku langsung menawar,..
“ Lebihin atuh neng, ujan pan,.. dingin,.. “ Tawar si abang becak, genit juga nich si abang,..
“ Iya tar dilebihin seratus perak, ha ha .. “ Canda-ku,..
“ Iya gimana neng dech,.. “ si abang becak mulai mengayuh becak-nya, hujan makin deras, ditambah lagi Petir yang menyambar-nyambar, 10 menitan kemudian aku sampai di tempat kost-ku,.

“ Nich bang,.. “ aku memberikan uang 7000 rupiah ke abang becak itu,.. sebelum aku berlari masuk, ya seperti itulah kebiasaan-ku hari-hari pulang dari kampus, kadang naik becak, kalau lagi malas, hujan ataupun panas,.

Thanx ya yang dah baca, cerita gue pulang dari kampus ini,.. biasa aja kan ? Mank siapa yang bilang luar biasa,.. ha ha ha,. Ga deng becanda, tar dijitak lagi nich,.. ha ha ha,.
Nah yang seru dimulai, berhubung aku seorang anak gadis, cantik, manis dan baik hati baru beberapa langkah masuk ke dalam kost-ku, aku melihat si abang tukang becak merinding kedinginan, hujan juga tambah lebat,.. rasanya gak tegak, mau kasih payung buat si abang biar gak kedinginan,.. ha ha gak becanda,..

Aku pun menyuruh si abang masuk,.
“ Bang, masuk aja, ujang gede loh,.. “
“ Boleh non ?? “ Tanya-nya tak enak hati,..
“ Boleh bang, masuk aja,.. “ Aku tahu, jam segini kost-ku pasti kosong, sibuk kuliah ataupun kerja,..
“ Makasih non,.. “
Aku tersenyum membalas, memang anak baik hati,..

Aku masuk ke dalam, mencari si Udin, pembantu pria di kost-kostan ini, khusus buat mempebaiki kalau-kalau ada yang rusak tau bocor, orang-nya kurus,..
“ Din, ada handuk sama baju gak ?? “ Tanya-ku di depan pintu kamar-nya,..
“ Buat apa non ?? “ Udin menyahut sambil membuka pintu,..
“ Itu kasian din, tadi saya naik becak, abangnya keujanan semua,.. pinjemin gih,.. suruh mandi,.. “
” Yawda non, nanti saya kasihin, non juga basah tuch,.. “ Udin mengingatkan-ku rambut-ku juga memang basah kehujanan,.
“ Yawda, mang Udin, makasih ya mang Udin, “ aku pun naik ke kamar-ku di lantai 2..

Rambut-ku basah oleh hujan. Demikian juga baju-ku, Sambil melepas pakaian bagian atas-ku, aku berkaca, memperhatikan lekuk tubuh, ya seoerti inilah tiap hari-nya,.takut bobot tubuh bertambah,.. he he..

Ah sutralah, tubuh-ku juga sudah mengigil kedinginan, aku melangkah masuk ke dalam kamar mandi setelah menyetel Ac-ku 27 derajat, aku memelorotkan celana-ku sebelum melepas kait bra-ku, dan mulai membasuh tubuh-ku dengan air hangat yang mengucur keluar dari shower di kamar mandi-ku,.

Nyaman sekali rasa-nya saat tubuh-ku kedinginan karena air hujan dan udara yang cukup sejuk, terbasuh oleh air hangat yang begitu nyaman saat bersentuhan dengan kulit, uughh rasanya enak sekali aku membersihkan tiap centi bagian tubuh-ku, terutama bagian kaki-ku yang pastinya sedikit kotor karena mengijak air hujan yang menggenang tadi, sebelum mengambil shampoo, untuk membalur kepala-ku yang sedikit kena air hujan tadi, lebih baik mencegah daripada nanti sakit,.. sambil membalus rambut-ku yang berbusa hingga bersih akupun mengambil botol conditioner,..

Sambil menunggu beberapa menit aku berkaca di kaca kamar mandi yang mulai sedikit berembun, aku memperhatikan bagian belakang tubuh-ku dari pantulan cermin itu, ah lagi-lagi muncul garis scratch di bagian bokong-ku, pasti gara-gara berat badan yang gak stabil belakangan ini,.. belum lagi sebuah jerawat tumbuh di dekat hidung, benci dech,.. kesel liat-nya, pengen dipencet tapi pasti bakal tinggalin bekas..

Kembali aku membasuh rambut-ku, dengan air dingin tentu-nya,.. aku gak mau rambut-ku cepet-cepet rontok karena air panas yang merusak kulit kepala,.. segar,.. segar sekali rasanya habis mandi, aku mematikan air pancuran kamar mandi-ku,.. sambil mengeringkan seluruh bagian tubuh-ku, terutama bagian lekukan-lekukan tubuh, takut ada busa atau air yang tertinggal menempel disana,..

Tiba-tiba, aku seperti mendengar suara, seperti orang yang sedang tertawa cekikikan, apa aku salah dengar ya, tapi aku yakin mendengar suara orang tertawa tadi.. jangan-jangan Setan lagi ?? bulu kuduk-ku langsung merinding tak karuan, aku membebat-kan handuk-ku menutupi tubuh-ku, membiarkan rambut-ku yang basah terurai,.. aku keluar dari kamar mandi dan mendapati,..

Mang Ujang dan Abang Becak yang tadi sedang asyik menonton di televisi kamar-ku,..

“ Heh, apa-apaan sich ??? “ Bentak-ku,..Gila berani banget mereka main masuk begitu saja kekamar-ku,..
“ Eh, si non udah selesai,. “ Mang Ujang dengan santai menjawab,..
Si abang becak tampak sedikit tegang, baju yang dipakainya kekecilan karena badan Mang Ujang memang lebih pendek dari tubuh si Abang Becak itu,..

“ Keluar, keluar,..keluar,.. “ Aku membuka pintu kamar-ku menyuruh mereka berdua keluar,.. namun mereka masih saja duduk membatu, mata mereka seolah menerawang menatap tubuh-ku yang hanya berbalut sebuah handuk putih polos dengan satu-satu-nya motif Teddy Bear di sisi-nya,..

Mata mereka seolah dapat melihat alur sebuah air yang mengalir turun di tubuh-ku mulai dari wajah, leher, bahu hingga menyelip masuk melewati belahan buah dada-ku,.. pasti mereka berfikir berapa beruntung-nya menjadi air itu, ahhhh tatapan mata seperti ini yang sering kali membuat-ku merasa seksi...

“ Jangan galak-galak kenapa non,.. “ Dengan logat Madura-nya yang kental,Mang Ujang menjawab-ku,..” Ini temen abang ini, katanya pengen juga non.. “ menunjuk Abang Becak disebelahnya,..

“ Ehhh, gila ya,.. apa maksud lu Jang,.. “ Lupa dech untuk bicara dengan santun lagi, toh kesal juga dipermalukan seperti itu,..
“ Yaaah, si non pake lupa lagi,.. masa lupa sama ‘gocekan’ abang ?? “ Si Ujang terkekeh, mana mungkin aku bisa melupakan, gocekannya yang lembut, lunak dan tak bertenaga itu, penis-nya layu seperti orang impoten sama sekali gak sesuai dengan tubuh-nya yang kekar berotot itu,.. ah pokok-nya sama sekali gak menarik,..

“ Ngomong lu,.. “ Sodok mang Ujang ke Abang Becak disebelahnya,..
“ Iya non, tadi Mang Ujang cerita sama saya waktu saya mandi di bawah,.. “ , “ Kata-nya non sexy dan … “ Tak melanjut-kan,.. whatever, aku gak mau mulai duluan untuk menebak kalimat selanjut-nya, lebih baik menunggu, tar yang ada jadi pada illfill lagi, ha ha ha,..

“ Saya bentar lagi mau pulang kampung Neng, sudah 4 tahun saya pengen nyobain neng,.. “, “ Maksudnya nyobain Mahasiswi kayak neng gitu,.. “ Ngomong-nya terbata-bata, tapi mendengar alasanya yang “segera pulang kampung” tentu, sedikit membuat-ku tenang, kalau-kalau sampai terjadi ‘sesuatu’, jelas aku gak mau dikerjai beramai-ramai oleh Tukang Becak dekat kampus itu, terlebih bisa-bisa cerita itu menyebar kemana-mana,.. habis sudah masa depan, dan image anak baik-baik yang selama ini kubangun pun jadi sia-sia belaka,..

Aku meneliti perawakan si Abang becak itu, wajahnya jelek, dengan jerawat batu, rambut tak terurus, tapi tubuh-nya itu kekar berisi, aku paling suka melihat lelaki bertubuh kekar seperti itu, pastinya bisa mendekap-ku erat,..tapi mudah-mudahan tubuh Abang Becak ini bukan tipuan seperti badan si Ujang,..

Aku memicing-kan mata kearah mang Ujang yang sudah kelewatan, seenaknya membuka ‘aib’ ku kesembarangan orang dan bertingkah kurang ajar dengan masuk ke Kamar-ku yang lupa kukunci itu seenaknya, tatapan-ku membuat Mang Ujang tak enak hati dan tak berani beradu mata menatap-ku,..

“ Ke..lu..ar… “ Lanjut-ku,..
“ Non “ Protes Ujang dan Abang Becak itu hampir bersamaan,..
Tapi entah apa yang membuat Ujang yang biasa-nya ngotot itu berubah menjadi begitu penurut, Ia berjalan perlahan menuju pintu keluar kamar-ku, diikuti si Abang Becak yang dari tadi kulihat sibuk menelan ludah tiap melihat aku bergerak-gerak,..

“ Keluar,.. “ Ulang-ku lagi
Namun tiba-tiba dengan ‘biadab-nya’ Ujang membekap tubuh-ku,. Tangan-nya menutup mulut-ku hingga tak bisa bersuara,..
“ Tutup pintu-nya,.. “ Suruh Ujang pada Abang Becak, yang terbengong-bengong melihat Ujang menyergap-ku,..

Pintu kamar-ku dikunci dan ditutup,.. Ujang menyuruh Abang Becak itu menggantikan-nya membekap tubuh-ku,.. Aku berusaha melepaskan diri dari kunci-an si Abang Becak ini, namun Si Abang Becak malah mengunci tangan-ku lebih erat lagi, tubuh-nya bergesekan dengan kulit-ku membuat tubuh-ku merinding, terlebih saat merasakan dada-nya yang bidang berotot itu di punggung-ku, rasanya…

Ujang bergegas menuju meja computer-ku, mengutak-atik sesuatu di computer-ku itu,.. entah apa yang dilakukan-nya, namun wajah-nya berubah putus asa,.. “ Ahhh, rusak lagi dech computer “ pikir-ku, melihat reaksi Mang Ujang..

Mang Ujang berpindah ke Televisi dan menyalakan suara-nya keras-keras, mungkin ia mencari tombol win-amp di computer-ku tadi, bisa jadi ia mau mencontoh anggota DPR yang menyalakan Music diruangan-nya waktu memperkosa Sekretaris Pribadinya itu, Ah tau berita juga orang ini, yang pasti apa yang dilakukan Mang Ujang itu membuat-ku terfikir sesuatu yang ‘nakal’..

“ Nah, sekarang mau teriak juga gak akan kedengaran kan non, apalagi sepi jam begini, lumayan 2 jam… “ Si Ujang terkekeh, jelek sekali,..

“ Lepasin,.. “ Protes-ku,..aku memberontak, namun si Abang Becak enggan melepas-ku,.. malah terkadang tangannya menyentuh dada-ku, entah disengaja atau kebetulan belaka,.
Si Abang Becak akhirnya mau melepaskan-ku setelah menerima tanda dari Mang Ujang, aku dilepaskannya namun baru sesaat lepas dari kuncian si Abang Becak, Mang Ujang malah sudah menindih-ku sekarang, ia terkekeh-kekeh tepat di depan wajah-ku,..

Perlahan ia membuka handuk-ku, aku tak bisa melawan, karena betis-nya menahan tangan-ku untuk berontak,.. sakit..

“ Tuch liat, bagus kan Bur,.. “ Mang Ujang terkekeh, memperlihat-kan sepasang payudara-ku ke Abang Becak itu,.yang lagi-lagi menelan ludah, tangan Mang Ujang malah sudah menempel di payudara-ku itu, mengusap-usapnya meski masih sedikit oleh air bekas aku mandi tadi,.. Lagi-lagi Abang Becak itu menelan ludah-nya, haus kali pikir-ku,..

“ Coba pegang nich,.. “ Ujang menawarkan buah dada-ku itu pada si Abang Becak,.
Aku berusaha memberontak melawan, seolah pura-pura diperkosa, entah dari man aide gila ini muncul.. he he

Tangan si Abang Becak yang kasar itu menyentuh kulit tubuh-ku pertama di perut-ku, sebelum telapak tangan-nya yang begitu kasar itu mulai bergerak naik dan sampai di payudara-ku, perlahan mulai meremas-nya,..

“ Awwww,.. “ Aku menjerit kecil, tertahan oleh remasan tangan si Abang Becak itu,
“ Kenyal-kan,.. “ Ujang lagi-lagi berkomentar,. Mending dia diam saja, bau mulut-nya itu,..

Tangan si Abang Becak itu meremas-remas payudara-ku, memilin-milin putingnya,.. ughh apa lagi saat mulutnya tiba-tiba mendarat telak di payudara-ku itu dan memainkan payudara-ku dengan lidahnya yang tebal dan berteksture kasar itu,.. begitu terasa bagaimana mulutnya itu mulai menyedot di kedua puting-ku, enak sekali rasanya, terlebih bermain seperti sedang diperkosa ini membuat-ku sedikit lebih bernafsu dari biasanya,..

Mang Ujang turun dari tubuh-ku, membiarkan si Burhan nama Tukang Becak itu, menggarap bagian atas-ku, aku berusaha memberontak, aku bergerak ke sana kemari, sementara si Abang Becak itu terus meremas-remas payudara-ku,.. Mang Ujang kembali naik dan tak dapat kupercaya saat ia tiba-tiba menampar wajah-ku, menahan perih aku sedikit mengeluarkan air mata,.. Liat ya nanti Mang Ujang,. Pasti aku balas,..

Kemudian ia kembali turun kebawah,..merengangkan kedua paha-ku dan jemarinya langsung menempel di bibir vagina-ku seperti mulai mencari sesuatu dibawah sana aku mendesah-desah tertahan merasakan sentuhannya di seluruh permukaan bibir vagina-ku itu, terlebih saat ia berhasil menemukan ‘bagian’ itu, tubuh-ku seolah terjalari sebuah sengatan yang membuat tubuh-ku menggelinjang nikmat..

Jemarinya perlahan mulai menerobos masuk, hanya sebatas satu ruas jari, rasanya tanggung dan memberikan perasaan ingin dirangsang lebih lagi,.. apalagi saat lidah Mang Ujang mendarat di bibir vagina-ku itu, perlahan merambat naik lidahnya, bergerak-gerak menuju bagian yang tadi ditekan-tekan oleh jemarinya,.. mengganti jempolnya yang tadi merangsang bagian itu dan langsung menyedot-nya, ughh rasanya begitu menggelegar, aku paling suka saat seseorang menjilati vagina-ku seperti itu, rasanya benar-benar waaah,..

Jemari-nya yang mulai didesak-desakan keluar masuk, dan semakin lama semakin bertambah cepat apalagi si Abang Becak pun mulai tak lagi canggung, untuk meremas dan menyedot-nyedot di payudara-ku itu,.. tubuh-ku bergetar-getar hebat dirangsang oleh mereka berdua, terus menggeliyat-geliyat tak karuan, perhatian-ku sedikit terpecah saat kurasakan penis si Abang Becak yang begitu keras menempel di perut-ku meski masih terbalut celana-nya yang tipis,..

Ughh kerasnya penis itu membuat-ku kian terangsang, terlebih dari apa yang kurasakan peniis itu sepertinya cukup besar dan keras aku mulai berkhayal bentuk penis itu, sementara aku masih menggeliyat-geliyat dalam pelukan si Abang Becak,..

Jemari Udin keluar masuk dalam lubang kewanitaan-ku itu, kian lama kian bertambah cepat, membuat-ku mengeliyat-geliyat keenakan, Abang Becak itu kembali berusaha mencium-ku, namun lagi-lagi kutolak, aku tak mau mencium sembarangan orang, apa lagi hanya itu yang bisa kulakuan untuk sekedar mempertahankan suasana tetap ‘bermain’ seperti sekarang,..

Abang Becak itu tak lagi berusaha mencium-ku setelah berulang kali kutolak,.. sebelum akhirnya ia kembali menyedot di Payudara-ku, aku menggelinjang-gelinjang kecil merasakan sedotan-nya, geli-geli, namun terkadang ia menggigit-gigit kecil di puting-nya, perih tapi juga enak begitu nyaman,.

Sementara dibawah sana, ditambah lagi Mang Udin yang makin kesetanan mengerjai-ku, jemari-nya keluar masuk begitu cepat, terbantu lagi oleh cairan kewanitaan-ku yang mulai meleleh, jemari itu kian lancar keluar masuk, aku mendesah-desah penuh kenikmatan oleh rangsangan kedua-nya..

Payudara-ku yang digigit-gigit perlahan, sementara dibawah sana sesekali Mang Udin menyedot-nyedot clitoris-ku, ditambah Jari-nya yang keluar masuk, terkadang begitu sengaja melakukan penetrasi-penetrasi pendek yang membuat-ku terlonjak-lonjak tanggung, tubuh-ku terus mengelinjang-gelinjang tak beraturan, ditambah lagi di kutit bagian selangkangan-kuyang begitu sensitive itu merasakan bibir Mang Udin yang tebal dengan sedikit bulu-bulu kumis-nya yang bergesekan dengan kulit di selangkangan-ku itu, rasanya menambah sesuatu bumbu yang berbeda..

Tubuh-ku tersentak-sentak dikerjai oleh mereka berdua, aku masih sesekali berusaha melawan, untuk pura-pura saja, namun ABnag Becak itu membekap tubuh-ku erat-erat, membuat-ku tak bisa lagi bergerak-gerak menghindar. Yang kini dapat kugerakan hanya pinggul-ku itu pun sesekali ditahan oleh Mang Udin

Entah gerakan tubuh-ku itu begitu Erotis membuat si Abang Becak itu tiba-tiba berkata,.
“ Din, dah gak tahan nich,.. “
“ Nich gue kasih kondom,.. “ Mang Udin mengeluarkan kondom dari kantung celana-nya,..
Perlahan si Abang Becak memelorotkan celana-nya, aku sedikit kaget melihat penisnya yang kekar itu, sedikit lebih besar dari bayangan-ku tadi,.. ughhh aku mulai tak sabar membayangkan saat penis itu mulai masuk dan menyetubuhi-ku pasti rasanya,…

Burhan si Tukang Becak itu setengah berdiri dihadapan-ku, membuka bungkusan kondom yang di berikan Mang Udin, dan memasukan benda berbentuk seperti cincin itu ke kepala penis-nya sebelum menarik kondom itu hingga membalut seluruh batang penis-nya itu,

Mang Udin memberikan kesempatan burhan untuk menggarap-ku terlebih dahulu, ia membimbing penis-nya itu ke bibir vagina-ku, sambil menekan-kan batang penis-nya yang besar itu ke vagina-ku, tangan-nya menangkap pinggul-ku, kawatir aku bergerak-gerak mungkin, jelas ditangkap seperti itu membuat-ku tak bisa bergerak banyak, sementara aku mulai merasakan penis itu mulai ditekan masuk,

“ Ahmmm,.. “ aku merintih halus, perlahan penis Abang Becak yang keras itu mulai masuk, meski terbalut kondom namun karena begitu keras-nya aku dapat merasakan penis itu seperti telanjang, perlahan masuk sebelum tertahan, kembali si Burhan tukang Becak itu, menarik penisnya sebelum kembali ditekan-nya masuk lebih dalam lagi,..sebelah kaki-ku, yang sebelah kanan diangkat naik, sedikit membuat penis itu kian terasa didalam sana, karena kaki-ku tak lagi serenggang tadi,..

“ Sempit kan Bur,.. “ Komentar Mang Ujang lagi,..
Burhan mengganguk menjawab-nya,..

Burhan si Abang Becak menekan masuk penis-nya lagi, berulang-ulang,.. aku terus mendesah, hingga akhirnya penis itu berhasil masuk seutuhnya dalam vagina-ku, perih tercampur rasa hangat di dalam sana,.. aku menarik nafas panjang, sedikit beristirahat sebelum kurasakan Burhan mulai menggoyang-kan pinggul-nya menggenjot-ku,..sementara tangan-nya mencengkram paha-ku seperti bertumpu di sebuah pilar, tubuh-ku ikut terbawa-bawa tiap kali ia menarik ataupun menyodokan penis-nya dalam vagina-ku,..

Kian lama kian cepat pula ia menyetubuhi-ku, perih-perih namun juga enak karena disetubuhi seperti ini,. Tiba-tiba Burhan bergerak setengah membaringkan tubuh-nya, penis-nya masih dalam tubuh-ku, saat bergerak itu rasanya vagina-ku itu seperti diaduk,. dalam posisi setengah berbaring Burhan menggerakan pinggulnya dia terus menyetubuhi-ku, penisnya keluar masuk dari vagina-ku, perlahan aku pun mulai merenguk kenikmatan dari apa yang dikerjakan oleh Burhan, sungguh itu posisi baru yang kurasakan,..rasa-nya enak juga, he he

Dia menyetubuhi-ku dengan irama yang begitu bervariasi, terkadang keras terkadang perlahan, namun yang membuat ku benar-benar tak tahan adalah saat dia kembali menggoyang pinggulnya memutar, rasanya seperti diaduk-aduk, dari posisi itu, tangan-nya dapat membelai rambut panjang-ku, sesekali ia menyusupkan jemari-nya ke telinga-ku membuat-ku menggelinjang geli,..

“ Ughhh, hmmm.. “ Kami mendesah bergantian, berulang kali Burhan berusaha mencium-ku, namun aku masih menolak ciuman-nya itu, bau mulut-nya benar-benar tak sedap, terlebih kalau aku mencium-nya sama saja aku menyerahkan diri-ku begitu saja, justru dalam keadaan seperti diperkosa seperti ini, sesekali aku dapat merasakan cengkraman-nya yang begitu kuat mencengkram-ku, atau tangan-nya yang berusaha menutup mulut-ku agar tak mendesah terlalu keras, dasar tolol, buat apa pasang TV keras-keras,..

Entah berapa menit telah berlalu, tubuh kami mulai penuh dengan keringat, saat Mang Ujang naik ke ranjang-ku dan mengangkat kepala-ku, ia ingin membuat-ku melihat selangkangan-nya yang tak lagi bercelana, penis-nya menggelayut lemas, setengah ereksi.. bahkan Burhan yang masih sibuk menggerakan penisnya keluar masuk dalam vagina-ku itu sempat berhenti sesat melihat bentu penis Mang Udin,..

Mata-nya tercekat, wajahnya seperti ingin tertawa, meski reaksi itu tak disadari oleh Mang Udin,.. Aku menahan tawa juga melihat reaksi Burhan tadi, namun saat aku menahan tawa itu Burhan malah menggerakan Penis-nya lagi, kian lama kian bertambah cepat menyetubuhi-ku, membelah vagina-ku itu menerobos masuk, sedikit mengkilat bukan hanya oleh cairan cinta-ku namun juga kondom oleh dia guna-kan,

“ Gimana non, mantep kan.. ??? “ Tanya Mang Ujang, aku mengganguk kecil,.. memang berbeda sekali dengan Mang Ujang yang loyo, Burhan benar-benar dahsyat menyetubuhi-ku, baru mendapat pujian seperti itu, Burhan langsung menyetubuhi-ku dengan cepat, makin lama kian bertenaga, tubuh-ku terlontar-lontar meski sedang di bersender ke paha Mang Ujang,..

Payudara-ku yang terlempar-lempar ditangkap oleh Mang Ujang, ia meremas-remas payudara-ku sambil berusaha mencium-ku, aku pun menolak mencium Mang Ujang, giginya hancur tak rata, membuat-ku jijik untuk menerima ciuman-nya

Tubuh-ku bergetar-getar nikmat, Burhan merasakan bagaimana penis-nya kian terjepit, mungkin menyadari aku yang akan segera mencapai puncak kenikmatan-ku, Burhan menghujamkan penis-nya kuat-kuat berulang-ulang, membuat tubuh-ku terlonjak-lonjak dan kian melayang,..

Satu dua sodokan-nya, hingga sodokan keempat yang membuat-ku tak sanggup bertahan lebih lama lagi, aku mencengkram tangan Burhan yang menempel dipaha-ku,..

“ Ahhh,.. “ Aku menjerit nikmat berselang dengan suara televisi saat akhirnya aku mencapai puncak kenikmatan-ku,.. nafas-ku memburu lelah, keringat-ku bercucuran, untung Burhan memberikan-ku kesempatan untuk beristirahat sejenak,..

Sebelum kemudian Burhan membimbing-ku menaiki penis-nya,.. ia mengarahkan-ku dalam posisi favorite-ku WOT,..namun tetap saja aku merasa cukup lelah setelah dua kali mencapai puncak kenikmatan, perlahan penis Burhan kembali masuk dalam tubuh-ku, aku menggelinjang merasakan bagaimana penis itu masuk dan menusuk lebih dalam lagi..

Penis Burhan yang masih berada dalam tubuh-ku begitu terasa, tubuh-ku setengah menunduk kedepan, masih sedikit kelelahan saat aku mulai menggerakan pinggul-ku naik turun, perlahan aku mendesah diikuti Burhan yang juga ikut menggerakan pinggulnya hingga membuat penisnya tertanam lebih dalam lagi,..

Sedikit kelelahan dalam posisi WOT membuat-ku tak dapat bergerak terlalu cepat, tampaknya itu membuat Burhan tak puas, ia menarik tubuh-ku hingga membuat tubuh-ku tegak tak menunduk seperti tadi lagi, kedua tangan-ku bertumpu di paha-nya yang kekar, sementara tangan Burhan berada di Bokong-ku, perlahan membantu-ku bergerak naik turun, diikuti pinggul Burhan yang juga bergerak melakukan penetrasi,..

“ Ughhh, .. “ Aku mendesah-desah nikmat,. Aku mulai active menggerakan tubuh-ku, aku menyetubuhi Burhan naik turun,.. entah berapa lama dalam posisi itu, tubuh-ku kian tambah berpeluh, desakan kenimatan yang tadi sudah mereda kembali muncul dan menguasai tubuh-ku lagi, nafsu-ku kembali menggelora membuat-ku ingin kembali mereguk kenikmatan lebih dari yang sebelumnya,..

Burhan menarik tangan-ku kebelakang, hingga membuat tubuh-ku condong ke arahnya,.. dengan posisi demikian Burhan menjadi lebih mudah dan lancar membenamkan penisnya dalam vagina-ku,..

“ Oughh, owww… “ aku mendesah tak karuan, dalam posisi demikian membuat Burhan dapat lebih aktive, menyetubuhi-ku perlahan goyangan Burhan kian cepat, dan kian dalam bertenaga, sodokan-sodokan seolah mencabik tubuh-ku, namun di sisi lain juga memberikan kenikmatan yang tak terkatakan,..

Belum lagi aku terbiasa dengan keadaan, penis Burhan yang keluar masuk dengan demikian cepat-nya, kurasakan jemari Burhan mulai bermain-main di selangkangan-ku, mencoba merangsang-ku lebih lagi dengan jemari-nya,.. Ingin rasa-nya menghentikan goyangan jemari-nya yang bergerak-gerak liar dibawah sana, namun juga bila aku menarik satu tangan-ku, mungkin tangan yang lain-nya tak akan kuat menopang-ku dalam posisi demikian,..

Aku urung menggunakan tangan-ku, mengehntikan jari-jari Burhan,. jemarinya yang bergerak-gerak membelai vagina-ku itu membuat-ku kian mendesah tak karuan, penis-nya terus menyodok masuk, aku menggeliat-geliat geli merasakan jemari-nya yang menstimulasi-ku, tubuh-ku mulai berputar-putar, seperti orang yang menumbuk, pinggul-ku bergerak-gerak tak karuan, penis Burhan didalam sana seperti mengaduk tubuh-ku, namun pasti Burhan juga merasakan kenikmatan yang sama dengan yang kurasakan..

Jemari Burhan kian giat memainkan vagina-ku entah tampak-nya ia begitu menikmati tubuh-ku yang terlontar-lontar tak karuan, bergoyang mengaduk penisnya di dalam, sana yang juga tentu membuat aku sendiri melayang tak karuan merasakan penisnya itu dalam tubuh-ku, aku terus memejamkan mata-ku, memejamkan mata sekedar apresiasi kenikmatan yang menguasai diri-ku, penis Burhan masih demikan keras meski sesekali berdenyut di dalam sana..

Aku mendesah-desah tak karuan, pikiran-ku mulai kembali menjadi kosong, yang kuinginkan hanya segera mencapai klimaks secepatnya,.. sementara penis Burhan kiani berdenyut-denyut didalam sana, aku yang menyadari-nya pun tak menyia-nyiakan kesempatan, aku langsung mengoyangkan pinggul-ku,..

Penis-nya timbul tenggelam dalam vagina-ku, aku terus menggoyang-kan tubuh-ku tak mau kalah, keinginana untuk ‘sampai’ bersama-sama membuat aku berusaha menahan desakan klimaks yang benar-benar sudah diujung, hingga akhirnya usaha-ku mulai menunjukan hasil, Burhan mendesah panjang, sementara penisnya menggeletar-geletar menandakan ia mencapai segera puncaknya,..

Tubuh-ku pun ikut menggelinjang diatas sana, Burhan yang sudah mencapai klimaks-nya membuat-ku aku tak lagi berusaha menahan klimaks-ku, tubuh-ku bergetar diatas tubuh Burhan, sebelum akhirnya kujatuhkan tubuh-ku keatas tubuh Burhan,.. penis Burhan yang sudah layu mulai menyusut keluar, diatas penis-nya ada sedikit gumpalan sperma yang tertahan di dalam kondom yang ia kenakan,..

Belum lagi berkurang rasa letih-ku, Mang Udin sudah menaiki tubuh-ku,, penisnya menggantung setengah layu, setengah keras, ukurannya lebih kecil dari milik Burhan, sebenarnya aku malas meladeni-nya, aku terus menolak saat ia berusaha memasukan penisnya ke mulut-ku, terus terang aku sedikit jijik untuk mengoral penis itu, terlebih melihat bentuk penis ituyang smaa sekali tak sesuai dengan selera-ku,..namun tampaknya Mang Udin tak kekurangan akal,..

Tiba-tiba Mang Udin memencet hidung-ku hingga membuat-ku terpaksa bernafas dengan mulut-ku, saat itu penisnya langsung didesakan dalam mulut-ku, terpaksa aku menelan penis itu, layu dalam mulut-ku, perlahan aku menggerakan lidah-ku membalut penis itu yang mulai sedikit bertambah keras,.. lidah-ku kugerakan menyelisir batang penis-nya, sebelum sesekali memijit kantung zakarnya itu, kumainkan dengan lidah-ku hingga membuat Mang Udin mengeletar-geletar keenakan diatas sana,..

Penis-nya kuusap dengan jempol-ku tepat dibelahannya, sementar lidah-ku kumainkan di penis-nya yang berkedut-kedut itu, aku mengocok penis itu perlahan hingga membuat Mang Udin makin kegirangan,..

Mang Udin sudah tak sabar dan lalu berusaha mengapai bagian selangkangan-ku, ia mengangkat satu kaki-ku persis seperti yang dilakukan Burhan tadi,. Penisnya yang agak lembek itu didesakan masuk, sementara perlahan penis-nya berusaha masuk, aku kesal sendiri karena penis itu tampak begitu sulit untuk menerobos masuk,..

Berulang ia mencoba-nya, sebelum akhirnya penis itu berhasil masuk, pinggulnya mulai bergoyang menyetubuhi-ku, ya aku ingat saat pertama kali aku mengerjai Mang Udin,. waktu itu juga seperti ini, aku hanya bisa mendesah-desah kecil, sementara Mang Udin asyik sendiri menyetubuhi-ku,..

Sekitar 10 menit kemudian tanpa aku sempat merasakan apa-pun, Mang Udin mencabut penis-nya dari dalam Vagina-ku, sebelum mengocok-nya sebentar hingga spermanya meleleh di perut-ku, si Udin yang tak tahu malu itu menyuruh-ku membersihkan penis-nya yang penuh dengan lelehan sperma,.. tentu saja aku mendorongnya,.. aku mengambil selimut-ku menutupi tubuh-ku yang polos,..

“ Udah keluar-keluar sana,.. “ Aku membentak menyuruh mereka keluar,..

Setelah memastikan Burhan tak akan buka mulut, memang beberapa hari kemudian ia tak lagi tampak batang hidung-nya di pangkalan Becak itu,..Sementara untuk Mang Udin, aku akhirnya aku berhasil memikirkan sebuah hukuman ‘gila’ yang membuat ia tak akan mengulang lagi kebodohan-nya itu, he he he

Labels: , , , , , , ,